Pemotor Diduga Depresi Terobos Mako Brimob Bali

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 17:38 WIB
Pemotor Diduga Depresi Terobos Mako Brimob Bali Polisi memeriksa pengendara sepeda motor yang akan masuk ke Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Rabu (13/11). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria menggunakan motor mencoba menerobos Markas Komando (Mako) Brimob Polda Bali yang berada di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, Kamis (14/11).

Aksi tersebut berhasil digagalkan petugas sebelum menerobos lebih dalam. Dari hasil pemeriksaan dan keterangan istri yang bersangkutan diduga pria tersebut mengalami depresi.

"Dia hanya menerobos penjagaan saat itu lalu disetop sama penjaga di Brimob," kata Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra di Mapolsek Denpasar Timur seperti dilansir Antara.


"Menurut keterangan istrinya, dia ini sakit depresi sejak berusia 25 tahun dan belum tahu lebih lanjut depresinya karena apa," sambung Nyoman Karang.

Dari pemeriksaan, katanya, diketahui penerobos berinisial CS itu tidak pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Selama ini, kata dia, hanya saja masih ketergantungan obat semacam obat penenang.

"Dia enggak ada teriak bom, dan enggak ada ngomong apa-apa cuma nerobos masuk aja, menerobos pakai motor," ujar Nyoman Karang.

Ia menjelaskan, saat pemeriksaan pun, CS tidak bicara sepatah kata pun dan menurut istrinya, Cok memang sedang dalam kondisi sakit.

"Dari keterangan istrinya, saat kejadian istrinya sedang menebus obat ke apotek, dan pas ditinggal itu C sedang tidur. Begitu istrinya balik pulang ke rumah, suaminya sudah tidak ada dan tahu-tahu ada informasi kalau suaminya ada di kantor polisi," ujar Nyoman Karang.

Ia mengatakan pada pukul 14.00 WITA, CS dibawa ke RS Bhayangkara guna dilakukan pemeriksaan kesehatannya termasuk kejiwaannya.

"Dokter yang sering menangani dia [CS] di RS Dharmayadnya adalah dr Agung Sudewi, dan sudah dikonfirmasi tapi saat ini beliau sedang sibuk, dan belum bisa memberikan keterangan," kata Nyoman Karang.

Dari identifikasi diketahui CS merupakan pekerja lepas waktu sebagai tukang bangunan. Ia berasal dari Banyuwangi (Jawa Timur), dan kini bersama istrinya tinggal Jalan Siulan, Gang Plamboyan, Denpasar Timur.

"Belum dilakukan pemeriksaan jelas tapi mereka ini sudah lama ada di Bali," kata Nyoman Karang.

Diketahui setelah penyerangan bom bunuh diri di Mapolrestasbes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (13/11), seluruh markas polisi di Indonesia diperketat pengamanan pintu masuknya. Itu dilakukan sebab dugaan pelaku-pelaku teror menargetkan polisi sebagai sasarannya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan istri dari terduga pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan diketahui memiliki rencana melakukan aksi teror di Bali juga.

RMN yang menjadi pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan, kata Dedi, diduga terpapar paham radikalisme dari istrinya yang berinisial DA.

[Gambas:Video CNN]
Dedi menerangkan dari hasil penelusuran tim Densus 88 Antiteror Polri dan Direktorat Siber Bareskrim Polri, DA juga terbilang cukup aktif di media sosial.

"Dan di dalam jejaring komunikasi media sosialnya mereka merencanakan aksi terorisme di bali. Itu lagi didalami dan dikembangkan," kata Dedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (14/11).

Diketahui RMN melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi dengan berpura-pura menjadi salah satu pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

(Antara, dis/kid)