Kerap Temui Napi, Istri Pelaku Bom Medan Rencana Aksi di Bali

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 18:10 WIB
Kerap Temui Napi, Istri Pelaku Bom Medan Rencana Aksi di Bali Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian RI (Polri) menyatakan istri pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan diketahui sering menemui napi teroris di Lapas Medan, dan sempat berkomunikasi soal rencana lakukan teror di Bali.

RMN yang menjadi pelaku bom Medan, kata Dedi, diduga terpapar paham radikalisme dari istrinya yang berinisial DA. DA sendiri telah diamankan tim Densus 88 Antiteror Polri.

Dedi menerangkan dari hasil penelusuran tim Densus 88 Antiteror Polri dan Direktorat Siber Bareskrim Polri, DA juga terbilang cukup aktif di media sosial.


Selain itu, DA disebut juga berkomunikasi dengan seseorang berinisial I lewat Facebook. I sendiri saat ini diketahui tengah mendekam di Lapas Kelas 2 Wanita di Medan.

"Dan di dalam jejaring komunikasi media sosialnya mereka merencanakan aksi terorisme di bali. Itu lagi didalami dan dikembangkan," kata Dedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (14/11).

Diketahui RMN melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi dengan berpura-pura menjadi salah satu pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Dedi mengatakan kepolisian masih mendalami apakah RMN dalam melakukan serangannya itu terkait dengan jaringan tertentu atau sendirian alias lonewolf. Selain itu, juga dicari tahu mengenai istrinya apakah terkait pula dengan jaringan tertentu.

Istri RMN Kerap Temui Napi Teroris dan Rencana Teror BaliGaris polisi melintang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11)(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)
Dikonfirmasi terpisah, Kalapas Kelas IIA Tanjung Gusta Medan, Surta Duma Sihombing membenarkan ada napi teroris yang menghuni lapas tersebut yakni berinisial IPS alias I alias TS alias SBS (38).

"Memang ada orangnya. Tapi kami nggak boleh ngomong atau infokan apapun juga. Harus Densus," kata Surta, Kamis (14/11).

Oleh karena itu Surta enggan mengeluarkan pernyataan lebih banyak terkait komunikasi IPS dengan DA. Ia menegaskan itu menjadi kewenangan Densus 88 dan Mabes Polri.

"Saya enggak tahu apa-apa. Tanya langsung Densus 88," ujarnya.


[Gambas:Video CNN]
Saat dikonfirmasi, Surta mengatakan IPS masih berada di Lapas Kelas IIA Tanjung Gusta. Belum ada petugas Densus 88 Antiteror yang menjemput atau memeriksanya insiden bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).

IPS mendekam di lapas itu seetlah divonis pidana terkait rencana bom bunuh diri di Istana Negara pada 2016. Dia bahkan disebut sudah disiapkan sebagai calon eksekutor atau 'pengantin' dalam rencana bom bunuh diri di Bali.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 2017 menghukum IPS dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. IPS lalu dipindahkan dari Rutan Mako Brimob, Depok beberapa tahun lalu.

(dis,fnr/kid)