Pegawai KS Ditangkap, PKB Usul Tes Pancasila di BUMN

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 12:56 WIB
Pegawai KS Ditangkap, PKB Usul Tes Pancasila di BUMN Anggota Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq menilai tes komitmen kebangsaan dan ideologi Pancasila juga diterapkan dalam seleksi pegawai BUMN (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq mengusulkan tes tentang kebangsaan dan ideologi Pancasila tidak hanya diterapkan dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga terhadap pegawai perusahaan BUMN.

Hal itu ia sampaikan menanggapi kabar Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang pegawai perusahaan BUMN PT Krakatau Steel terkait kasus terorisme.

"Mengantisipasi paham radikal dan teror masuk di ASN atau BUMN memang perlu ada seleksi yang ketat bagi siapapun yang mau masuk BUMN, ASN termasuk dites bagaimana komitmen kebangsaannya soal ideologi pancasila soal NKRI," kata Maman kepada wartawan, Jumat (15/11).


Tak hanya itu, Maman menganggap perlu dilakukan pembinaan secara simultan di masjid-masjid dalam kompleks perusahaan BUMN saat ini.

Merujuk hasil riset Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan, ada 41 masjid di lembaga negara yang tersebar di Jakarta terindikasi terpapar paham radikal. Sebanyak 37 Masjid di BUMN turut termasuk di antaranya.

Melihat hal itu, Maman mengatakan masjid-masjid BUMN perlu dipegang dan diurus oleh pejabat eselon II atau setingkat direktur sebagai penanggungjawab utamanya. Menurutnya, saat ini kondisi di masjid-masjid BUMN hanya dipegang oleh pihak yang tak memiliki jabatan strategis sehingga sangat membahayakan.

"Supaya bisa terlihat kalau ada suatu masjid mengajarkan paham radikal terorisme dan sebagainya itu tinggal dipertanggungjawabkan adalah direktur tersebut," kata Maman.

Maman turut menyarankan agar pemerintah rutin mengundang tokoh-tokoh agama yang berhaluan Islam moderat untuk berceramah di masjid-masjid BUMN. Itu perlu dilakukan dalam upaya pembinaan sistematis agar para pegawai BUMN tak terpapar radikalisme lewat ceramah yang didengarkannya.

"Jangan sampai terjadi pembiaran di beberapa BUMN termasuk di Kemenkeu dan juga beberapa kementerian yang dibiarkan kelompok radikal itu mengusai beberapa teman, apalagi kalo menjalar ke TNI dan Polri," kata dia.

Pemerintah ingin menangkal penyebaran paham radikalisme di lingkungan ASN. Terbaru, seleksi CPNS bakal disertai tes tentang komitmen kebangsaan.

Pemerintah juga berencana memantau aktivitas PNS di media sosial.

[Gambas:Video CNN]

Masih berkenaan dengan radikalisme, terjadi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara. Termutakhir, Densus 88 Antiteror menangkap seorang pegawai PT Krakatau Steel pada Rabu (13/11).

Sekretaris perusahaan Krakatau Steel, Pria Utama mengatakan pegawai yang ditangkap merupakan staf setingkat supervisor di perseroan. Bukan petinggi atau di level manajemen.

"Manajemen mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia," tutur Pria.
(rzr)