Ma'ruf mengatakan seorang guru mengaji seharusnya tertanam ajaran wasatiyyah, yaitu memiliki kerangka berpikir, sikap, dan tingkah laku yang ideal, penuh keseimbangan dan proporsional dalam syariat Islam.
"Jangan sampai ada guru ngaji yang mengajarkan paham radikal, itu intinya. Guru ngaji ini harus mengajarkan ajaran yang moderat, ajaran yang wasatiyyah," ujar Ma'ruf di istana wakil presiden, Jakarta, Jumat (15/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ma'ruf, jika memang SA terbukti mengajarkan radikalisme maka perlu ada perhatian pemerintah untuk menjalankan program deradikalisasi.
Polisi sebelumnya telah menggeledah rumah SA, guru mengaji Rabbial pada Kamis (14/11). Usai penggeledahan selama kurang lebih satu jam, tim membawa sejumlah barang dari rumah tersebut.
Penggeledahan di rumah SA ini bukan yang pertama kalinya. Pada Rabu (13/11) malam, tim gabungan juga melakukan penggeledahan dan mengamankan sejumlah barang, di antaranya adalah sembilan buah pipa.
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin sebelumnya mengatakan pihaknya masih mengejar sosok SA yang disebut sebagai imamnya terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Dia mengklaim pihaknya telah mengantongi identitas SA.
Terpisah, kepala lingkungan di rumah SA, Indah Pratiwi mengatakan yang bersangkutan sudah tiga tahun menempati rumahnya. Sejumlah murid juga kerap mendatangi rumah SA.
"Tempat pengajian yang dikelola oleh SA itu hanya diperbolehkan bagi sesama teman-teman pengajian mereka saja. Dia (SA) tinggal di sini kurang lebih tiga tahun, setelah menikah sama istrinya," kata Indah, Kamis (14/11).
[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)