Perjalanan Kereta Api Bogor-Sukabumi Tak Terganggu Longsor

CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 18:12 WIB
Perjalanan Kereta Api Bogor-Sukabumi Tak Terganggu Longsor Longsor juga pernah terjadi sebelumnya di rel kereta api jurusan Bogor-Sukabumi, tepatnya di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/2). (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Joni mengatakan perjalanan kereta api jurusan Bogor-Sukabumi, Jawa Barat, tidak terganggu longsor di wilayah proyek double track. Menurutnya, situasi di lokasi telah kondusif.

"Kondisinya sudah normal kembali, cuma dipasang garis polisi untuk antisipasi. Kalau untuk perjalanan keretanya sendiri tidak masalah, yang masalah hanya di track kedua yang mau dibangun," kata Joni saat dihubungi, Sabtu (16/11).


Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab longsor yang mengakibatkan tewasnya dua orang pekerja proyek.


"Untuk daerah lokasinya kita status quo, dipasang garis polisi. Sedangkan untuk korban sudah kita evakuasi semua tadi pagi sampai 10," kata Joni.

Peristiwa tanah longsor terjadi di Kampung Cigombong, Desa Wates Jaya, Kabupaten Bogor, pada pukul 08.45 WIB.

Longsoran tanah menyebabkan konstruksi besi yang akan digunakan sebagai kerangka cor penyangga di jalur double track rel kereta api terjatuh hingga menimpa lima pekerja.

"Jadi, korban ada lima orang. Dua kondisinya meninggal, dua lagi luka berat dan satu itu mengalami luka ringan," ujar Joni.


Korban meninggal yaitu Wisnu (34) dan Kanapi (30). Sedangkan korban luka berat yaitu Sukardi (44) dan Sarpin (34). Adapun Parjo (47) mengalami luka ringan.

"Memang ada dua orang meninggal dunia karena posisinya berada di dalam rangka besi yang mau dicor. Keduanya itu terjepit antara besi yang kanan dan kiri karena ikut tertimpa besi yang dua orang tadi meninggal," ujar Joni.

Sedangkan dua korban dari pekerja yang mengalami luka berat berada di luar lokasi pembangunan besi penyangga tersebut. Mereka hanya terkena longsoran tanah.

"Yang luka berat bisa kita evakuasi dan sekarang masih di RSUD Ciawi," kata Joni.

Hingga kini, kata Joni, penyebab longsor masih dalam penyelidikan.

"(Penyebab) masih dalam penyelidikan kami, karena kan memang arealnya itu curam. Posisinya tebing sehingga dengan situasi lagi hujan mungkin daya tahan tanah yang tadinya tidak seperti itu karena diuruk dan dilakukan pemotongan, tentu daya tahannya tidak kuat seperti semula. Itulah yang mengakibatkan longsor. Longsor itu yang mengakibatkan runtuhnya fondasi besi," katanya.


[Gambas:Video CNN] (hyg/pmg)