Persetujuan anggaran ini dilakukan dengan sejumlah catatan, salah satunya adalah peninjauan kembali anggaran hibah kepada Depok dan Bogor.
"Saya mengusulkan agar Depok dan Bogor dikurangi hibahnya. Kan, kita sedianya memberikan hibah itu untuk menanggulangi banjir," kata anggota Komisi D DPRD DKI Ferial Sofyan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karenanya kegiatan ini bertujuan agar sampah dan banjir tidak sampai di Manggarai, Kampung Pulo, dan sekitarnya," kata Andono.
Biasanya, pada saat hujan, DKI memerlukan sekitar 350 truk sampah rutin untuk membersihkan Manggarai. Dengan saringan ini, bisa langsung menghindari sampah sampai ke Jakarta dan memecah sampah yang terlewat.
Rencananya anggaran ini akan disalurkan lewat tiga tahap dalam pembangunan satu tahun. Setelah menyepakati, anggota dewan juga menitipkan agar DKI lebih berhati-hati membangun peralatan di titik daerah perbatasan.
"Kita hanya menitip dua itu, pertama soal hibah di Depok dan Bogor dipikirkan dipotong dan kedua jangan sampai tumpang tindih dengan pekerjaan pusat," tutup Ferial.
Anggaran saringan ini belum bersifat final. Meski sudah disetujui ditingkat komisi, anggaran ini akan dirapatkan kembali di tingkat Badan Anggaran (Banggar), setelah itu disahkan menjadi Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS). (ctr/wis)