Kurangi Sampah, Pemprov DKI Luncurkan 3 Kegiatan Strategis

Pemprov DKI Jakarta, CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 11:47 WIB
Kurangi Sampah, Pemprov DKI Luncurkan 3 Kegiatan Strategis Salah satu program Pemprov DKI Jakarta mengatasi sampah adalah optimalisasi TPST Bantargebang.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya mengelola dan mengurangi volume sampah yang dihasilkan dengan meluncurkan tiga Kegiatan Strategis Daerah (KSD).

Kegiatan Strategis Daerah meliputi pengurangan sampah dari sumbernya melalui program SAMTAMA (Sampah Tanggung Jawab Bersama), optimalisasi TPST Bantargebang, dan pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Andono Warih mengatakan program SAMTAMA telah dilaksanakan di 22 RW percontohan yang tersebar di enam wilayah kota dan kabupaten administrasi di DKI Jakarta.

"Nantinya, program ini akan menyentuh seluruh wilayah Jakarta. Selain itu, pembentukan bank sampah dan pengembangan TPS 3R (Recycle Center) akan dikerjakan di tiap wilayah," ujar Andono melalui keterangannya, Sabtu (16/11).

Penguatan peraturan daerah juga dilakukan dengan mengadakan serangkaian kampanye mencintai lingkungan hingga menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Sementara, optimalisasi TPST Bantargebang bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kerja sama tersebut dilakukan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang saat ini telah beroperasi. Terobosan lain yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yakni menambang sampah lama untuk dijadikan bahan bakar alternatif industri semen.

"Bahan bakar alternatif dari sampah ini setara dengan nilai kalor batubara muda. Langkah-langkah ini dapat memperpanjang masa manfaat TPST Bantargebang. Jika tanpa dilakukan langkah-langkah mitigasi ini, diperkirakan TPST Bantargebang akan penuh pada 2022," ujarnya.

Langkah strategis mutakhir selanjutnya adalah membangun fasilitas pengelola sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) yang ditargetkan sebanyak 4 unit. Bila pembangunan ini rampung, maka Jakarta tidak lagi tergantung pada TPA di luar wilayah administrasinya.

"ITF pertama yaitu ITF Sunter dengan kapasitas 2.200 ton sampah per hari. ITF Sunter ditargetkan beroperasi pada 2022. Nanti TPST Bantargebang hanya akan menampung residu pengolahan sampah di dalam kota."


(fef)