Istana Soal Penolakan Ahok: Tanya Erick Thohir

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 16:36 WIB
Istana Soal Penolakan Ahok: Tanya Erick Thohir Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman menilai lebih baik Menteri BUMN Erick Thohir yang menanggapi tentang penolakan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai pimpinan perusahaan BUMN (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman menyatakan kritik Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang menolak penempatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kursi direksi maupun komisaris PT Pertamina (Persero) lebih baik ditanyakan ke Menteri BUMN Erick Thohir.

"Tanya ke Pak Erick Thohir karena lingkup tugas beliau," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/11).

Fadjroel menyebut nanti akan ada Tim Penilai Akhir (TPA). Tugasnya yaitu mempertimbangkan masukan semua pihak terkait rencana mantan Gubernur DKI Jakarta itu masuk di perusahaan BUMN.


TPA diisi oleh Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, serta badan kepegawaian.

"Praktis masukan dari semua pihak, termasuk menteri terkait," ujarnya.

"Terkait nama orang, mengenai tugas, fungsi dan lain-lain, semuanya diserahkan ke Pak Erick Thohir selaku menteri BUMN," kata Fadjroel menambahkan.

Ahok dikabarkan bakal menjadi bos BUMN usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/11) kemarin. Usai pertemuan, Ahok menyatakan diminta Erick untuk ikut mengurusi BUMN.

Erick mengatakan sosok Ahok dilirik pemerintah karena memiliki latar belakang dan karakter pendobrak yang dimilikinya. Karakter tersebut merupakan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin BUMN pada saat ini.

"BUMN 142 perusahaan, kami perlu figur-figur yang bisa mendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kami harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya rekam jejak pendobrak," pungkas Erick.

Belum resmi menjabat, Ahok sudah menuai penolakan. Salah satunya berasal dari Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Dia mengaku khawatir dengan sikap Ahok yang kerap membuat kegaduhan dan keributan.

Dia cemas sikap Ahok tersebut berujung pada bisnis dan pelayanan Pertamina ke depan. Bisnis dan pelayanan yang dimaksud adalah menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh daerah di Indonesia.

"Semua tahu bagaimana rekam jejak, sikap, dan perilaku yang bersangkutan (Ahok) yang selalu membuat keributan dan kegaduhan dimana-mana. Bahkan seringkali berkata kotor," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/11).
[Gambas:Video CNN]
Pertamina, sambung Arie, adalah salah satu BUMN strategis yang wajib menyediakan serta memastikan pasokan BBM cukup di seluruh daerah. Jika bisnis terganggu karena sikap pemimpinnya yang 'doyan' membuat keributan, kata Arie, maka akan menjadi masalah untuk jangka panjang.

Serikat pekerja Pertamina juga pernah menolak Nicke Widyawati sebelum dilantik sebagai direktur utama definitif. Alasannya, Nicke orang luar Pertamina. Nicke sendiri berkarier di PT PLN (Persero) sebelum ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pertamina.

Jauh sebelum itu, serikat pekerja Pertamina pun pernah mempertanyakan keputusan pemerintah yang menunjuk Dwi Soetjipto sebagai direktur utama perusahaan pada 2014 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan justru membela Ahok. Menurutnya, penolakan serikat pekerja perlu dipertanyakan karena Ahok dipandangnya sebagai sosok yang baik dan mumpuni mengembangkan bisnis di BUMN, termasuk Pertamina.
(fra)