Polisi Tangkap Guru Ngaji Pelaku Bom Medan

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 18:17 WIB
Polisi Tangkap Guru Ngaji Pelaku Bom Medan Mabes Polri merilis identitas pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku diketahui berinisial RMN dan berstatus sebagai pelajar/mahasiswa. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Densus 88 dan Polda Sumut masih melakukan pengembangan terkait bom bunuh diri di Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11) lalu. Seorang guru mengaji berinisial SA yang diduga menjadi guru spiritual dari terduga pelaku bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution juga telah diringkus.

"Guru mengaji dari pelaku RMN juga sudah ditangkap," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Senin (18/11).

Hingga saat ini sudah 23 terduga teroris yang diamankan di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Mereka masih berkaitan dengan jaringan bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11).


"Semua ditahan di Rutan Polda Sumut," terangnya.
Agus menyebutkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini cukup pesat, sehingga seseorang tidak lagi perlu belajar langsung dengan imam-imam yang ada di Indonesia secara langsung tapi bisa melalui media sosial.

Ketika ditanya apakah kelompok teror ini memiliki target lain, Agus tidak menjelaskan secara rinci. Dia hanya menyebut para pelaku teror bisa melakukan tindakan dan sasarannya di mana saja.

"Mungkin tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya. Tujuannya memancing kericuhan sehingga membuat suasana tidak aman," ungkap Agus.
[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya Densus 88 Mabes Polri juga telah menggeledah sebuah rumah di Jalan Serdang, Kelurahan Belawan, Kecamatan Belawan, Rabu (13/11) sore hingga tengah malam. Rumah itu merupakan kediaman SA, guru mengaji dari terduga pelaku bom bunuh diri Rabbial Muslim Nasution.

SA diduga mempengaruhi Rabbial Muslim Nasution untuk melakukan aksinya di Polrestabes Medan, Jalan H.M Said pada Rabu (13/11/.

Kepala Lingkungan, Indah Pratiwi, mengatakan SA sudah tiga tahun terakhir menempati rumah itu. Sejumlah muridnya juga kerap mendatangi rumah SA. Namun begitu, SA dikenal memang agak tertutup. Warga sekitar juga tidak begitu mengenal SA. (fnr/ain)