Gembong menyebut dulu Anies ingin meninggalkan praktik penggusuran. Namun, itu dilakukan di kawasan Sunter, Jakarta Utara beberapa hari yang lalu.
"Apa yang diucapkan Pak Anies tidak konsisten. Faktanya hari ini Pak Anies melakukan penggusuran," kata Gembong di DPRD DKI Jakarta, Senin (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gembong, satu-satunya langkah penataan kota di Jakarta ialah dengan penggusuran. Setelah itu, warga yang terdampak harus diberikan tempat tinggal baru.
Subaidah, warga yang kena gusur, mengaku sedih dengan tindakan Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan dulu adalah pemilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada 2017 lalu.
"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," Subaidah mengutip Antara, Sabtu (16/11).
Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan penolakan penggusuran tidak dilakukan oleh warga setempat. Menurutnya, mereka yang menolak adalah pendamping warga.
Sigit yakin dengan ucapannya karena warga sudah diberikan sosialisasi sejak 2 bulan yang lalu. Oleh karena itu, warga setempat sudah tahu mengenai penataan di kawasan tersebut.
Sigit juga membantah terjadi kericuhan saat penggusuran dilakukan. Sebaliknya, dia mengklaim warga sempat membongkar sendiri bangunan mereka. Petugas Satpol PP hanya membantu warga membongkar bangunan yang mayoritas digunakan sebagai tempat usaha.
"Bahkan proses pembongkaran itu kita hanya membantu. Itu dilakukan sendiri oleh mereka," kata Sigit di Balai Kota DKI, Senin (18/11).