Penggusuran Masih Dilakukan, PDIP Nilai Anies Tak Konsisten

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 20:40 WIB
Penggusuran Masih Dilakukan, PDIP Nilai Anies Tak Konsisten Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Gembong Warsono menilai Gubernur Anies Baswedan tidak konsisten karena masih melakukan penggusuran (Detikcom/Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Gembong Warsono menyebut Gubernur Anies Baswedan tidak konsisten dengan ucapannya saat masih berkampanye dulu dengan saat ini ketika sudah menjadi pemimpin Ibu Kota.

Gembong menyebut dulu Anies ingin meninggalkan praktik penggusuran. Namun, itu dilakukan di kawasan Sunter, Jakarta Utara beberapa hari yang lalu.

"Apa yang diucapkan Pak Anies tidak konsisten. Faktanya hari ini Pak Anies melakukan penggusuran," kata Gembong di DPRD DKI Jakarta, Senin (18/11).


"Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lips service untuk mendapatkan simpati masyarakat," lanjutnya.

Menurut Gembong, satu-satunya langkah penataan kota di Jakarta ialah dengan penggusuran. Setelah itu, warga yang terdampak harus diberikan tempat tinggal baru.

"Tidak ada cara lain untuk menata Jakarta. Tapi yang sekarang harus jadi catatan Pak Anies. Warga yang tergusur mendapat tempat layak huni. Itu yang harus dipikirkan," ungkap Gembong.
Penggusuran dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap sejumlah bangunan di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Jaya dan Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok pada Kamis lalu (14/11).

Subaidah, warga yang kena gusur, mengaku sedih dengan tindakan Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan dulu adalah pemilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada 2017 lalu.

"Kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur, katanya dulu tidak ada penggusuran saat kampanye," Subaidah mengutip Antara, Sabtu (16/11).

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan penolakan penggusuran tidak dilakukan oleh warga setempat. Menurutnya, mereka yang menolak adalah pendamping warga.
[Gambas:Video CNN]
Sigit yakin dengan ucapannya karena warga sudah diberikan sosialisasi sejak 2 bulan yang lalu. Oleh karena itu, warga setempat sudah tahu mengenai penataan di kawasan tersebut.

Sigit juga membantah terjadi kericuhan saat penggusuran dilakukan. Sebaliknya, dia mengklaim warga sempat membongkar sendiri bangunan mereka. Petugas Satpol PP hanya membantu warga membongkar bangunan yang mayoritas digunakan sebagai tempat usaha.

"Bahkan proses pembongkaran itu kita hanya membantu. Itu dilakukan sendiri oleh mereka," kata Sigit di Balai Kota DKI, Senin (18/11).
(ctr/bmw)