Tjahjo: Reformasi Birokrasi di Kulit, Jokowi Minta ke Jantung

CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 20:30 WIB
Tjahjo: Reformasi Birokrasi di Kulit, Jokowi Minta ke Jantung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/11). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan reformasi birokrasi yang berjalan saat ini masih berada di luar, belum menyentuh pusatnya. Tjahjo mengaku Presiden Joko Widodo meminta dirinya memperbaiki sistem reformasi birokrasi.

"Sekarang sudah jalan, tapi kebanyakan hanya di kulit, yang diinginkan beliau (Jokowi) reformasi birokrasi yang sampai ke jantungnya," kata Tjahjo usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/11).

Jokowi, kata Tjahjo, menyampaikan agar target yang ditetapkan dalam reformasi birokrasi ini terukur, mencermati berbagai aspek, dan bermanfaat dengan baik.


Ia mengaku akan berkoordinasi dengan lembaga terkait, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kantor Staf Kepresidenan, dan Ombudsman Republik Indonesia.


Dalam pertemuan tadi, Tjahjo menyebut Jokowi memberikan tambahan arahan untuk dirinya. Beberapa arahan yang disampaikan Jokowi itu antara lain perbaikan rekrutmen CPNS, membangun manajemen kinerja PNS, merampingkan birokrasi organisasi pemerintah, hingga memanfaatkan teknologi digital.

"Sekaligus juga dalam konteks pengawasan birokrasi pemerintah yang harus semakin efektif dan efisien," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut Jokowi juga menekankan perampingan pejabat eselon III dan IV bisa segera berjalan. Tjahjo menegaskan perampingan eselon III dan IV ini bukan pada jabatan atau penghasilan, tetapi tugasnya.

"Memperpendek (pengambilan keputusan), sehingga masalah perijinan dan melayani bisa cepat," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]

Diketahui, salah satu prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam 5 tahun ke depan adalah memangkas birokrasi. Salah satu wujud yang akan dilakukan Jokowi menyederhanakan eselonisasi.

"Penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan," kata Jokowi dalam pidato pertamanya sebagai Presiden RI 2019-2024 saat sidang paripurna MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10). (fra)