"Menurut informasi memang betul ada pegawai tidak tetap Satpol PP Jaktim yang kena (dibebastugaskan)," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (20/11).
Uus mengatakan kelima oknum pegawai tidak tetap tersebut baru beberapa bulan terakhir bekerja di Jakarta Timur. Mereka sebelumnya bertugas di kantor Satpol PP Provinsi DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oknum yang melakukan tindakan tersebut diperkirakan berjumlah kurang lebih 12 orang yang berdinas di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
"Kalau secara jelasnya, saya belum tahu," kata Uus saat ditanya terkait peran dari masing-masing oknum.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Arifin menyebut pembobolan bank DKI itu diduga dilakukan 12 anak buahnya pada periode Mei sampai Agustus. Nilainya mencapai Rp32 miliar. Mereka diduga mengambil uang Rp32 miliar secara bertahap, namun saldo rekeningnya tak berkurang.
Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat membenarkan ada salah satu stafnya berinisial MO yang mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya perihal kasus pencucian uang.
Bank DKI Jakarta telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Begitu pun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyerahkan kasus ini kepada kepada Polda Metro Jaya.
Anies juga membebastugaskan mereka agar proses hukum berjalan tanpa mengalami kendala.
"Kalau semua tindak pidana, tentu harus diproses hukum dan dituntaskan secara hukum," kata Anies di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (19/11).
[Gambas:Video CNN] (antara/pmg)