Polisi Selidiki Kasus Sukmawati soal Nabi dan Sukarno

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 16:10 WIB
Polisi Selidiki Kasus Sukmawati soal Nabi dan Sukarno Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya tengah menyelidiki laporan terhadap Sukmawati Soekarnoputri terkait pernyataannya membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno.

"Ini masih tahapan penyelidikan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Kamis (21/11).


Gatot menuturkan penyidik bakal memanggil pihak pelapor untuk dimintai klarifikasi atas laporan yang dibuat. Jika laporan itu memenuhi unsur pidana maka statusnya bakal dinaikkan ke tingkat penyidikan.


"Kita masih lakukan klarifikasi memanggil para pelapor itu," ujarnya.

Polda Metro Jaya menerima dua laporan terhadap Sukmawati. Laporan pertama dibuat oleh simpatisan Korlabi, Ratih Puspa Nusanti. Laporan itu teregister dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum pada 15 November 2019.

Kemudian, laporan kedua dibuat oleh seseorang bernama Irvan Noviandana. Laporannya teregister dengan nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 18 November 2019.

Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.

Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media. Sukmawati disebut membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

[Gambas:Video CNN]

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11).

Ia menjelaskan video itu merekam momen ketika dirinya sedang berbicara di forum anak muda yang mengusung tema soal membangkitkan nasionalisme, menangkal radikalisme, dan memberantas terorisme.

Dalam forum itu, Sukmawati sempat bertanya sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. "Saya hanya bertanya, siapa yang berjuang untuk kemerdekaan. Nabi yang mulia Muhammad atau Sukarno. Titik. Tapi diberitakannya, siapa lebih berjasa," kata Sukmawati. (dis)