DPO Sejak 2015, Pimpinan KKB Papua Ditangkap Polri

CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 00:20 WIB
DPO Sejak 2015, Pimpinan KKB Papua Ditangkap Polri Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Papua menangkap pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Iris Murid di Kabupaten Mimika, Papua pada Jumat (22/11). Iris masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang selama ini diburu polisi.

"Yang bersangkutan merupakan DPO kasus penyerangan Polsek Sinak Tanggal 17 Desember 2015," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangan tertulis, Jumat (22/11).

Penangkapan dilakukan di Kali Pindah-pindah, Distrik Iwaka, Timika Kabupaten Mimika pada Kamis, 21 November 2019 sekitar pukul 14.21 WIT. Penangkapan dilakukan di tim gabungan Polda Papua dan Polres Mimika.


Saat diamankan, tutur Kamal, Iris sedang berada di rumah honay (rumah adat Papua) miliknya. Dia tengah bersama enam orang laki-laki yang membawa senjata tajam berupa parang dan kampak.

"Sempat melakukan perlawanan, tetapi Iris Murib berhasil diamankan. Selanjutnya Iris Murib di bawa ke Mapolres Mimika untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini telah ditangani oleh tim gabungan Polda Papua dan Polres Mimika," jelas dia.
Kamal, masih dalam keterangannya, menyebut Iris kala itu menyerang Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, hingga mengakibatkan tiga anggota polisi tewas dan satu orang terluka. Iris juga merampas delapan pucuk senjata api.

Saat itu, Iris menyerang Polsek Sinak dengan menggunakan senjata laras panjang.

Kasus penyerangan Polsek Sinak terjadi pada Desember 2015 lalu. Kala itu, sekelompok orang menembaki Polsek Sinak dari bagian belakang bangunan.

Kapolri yang menjabat saat itu, yakni Jenderal Badrodin Haiti mengatakan penembakan terjadi pada pukul 20.45 WIT, 27 Desember 2015. Ada tiga polisi yang tewas.

Mereka adalah Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham. Badrodin menyebut ada dua personel yang terluka, antara lain Briptu Suma dan Bripda Rian.

Kelompok yang melakukan penyerangan turut mengambil senjata yang disimpan di Kantor Polsek Sinak. Di antaranya 2 pucuk AK 47, 3 pucul moser, 2 pucuk Ss1 serta 1 peti berisi amunisi.
[Gambas:Video CNN] (mjo/bmw)