Mentan Dukung Usul Moeldoko Soal Satu Keluarga Pelihara Ayam

CNN Indonesia | Minggu, 24/11/2019 19:24 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung usulan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko agar setiap keluarga memelihara satu ekor ayam untuk mencegah stunting. Ilustrasi ayam. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung usulan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko agar setiap keluarga memelihara satu ekor ayam untuk mencegah stunting. Menurutnya, kebutuhan ayam nasional akan terpenuhi jika usulan itu terealisasi.

"Saya kira ini kan pikiran yang bagus. Kalau kita harus punya ayam kurang satu orang satu ekor kan berarti ada 267 juta ayam. Terpenuhi itu," ujar Syahrul di Kantor PT Charoen Pokhpan Indonesia, Jakarta, Minggu (24/11).

Adapun realisasi, Syahrul menyampaikan pihaknya harus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait. Setiap kebijakan di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan bukan tanggungjawab Kementan semata.


Selain itu, Syahrul berkata realisasi satu keluarga satu ayam tidak bisa terwujud hanya melalui program pemerintah. Dia berkata harus ada gerakan yang mendorong agar usulan itu terwujud.

"Harus dengan gerakan," ujarnya.

Lebih lanjut, politisi NasDem ini menyampaikan bekerja bersama dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Demi kebaikan rakyat dan negara, dia menyebut tidak boleh ada kementerian yang jalan sendiri-sendiri.

"Yang mana yang benar aja. Kalau benar siapapun harus ikut lah yang diurus ini kan negeri dan rakyat," ujar Syahrul.

Senada, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan usulan satu orang pelihara satu ayam adalah hal yang baik.

Sebab, dia berkata masyarakat selama ini belum menganggap ayam sebagai kebutuhan yang penting bagi pertumbuhan.

"Kita kan masih selalu mengutamakan beras. Jadi kalau makan beras apapu lauknya dianggap sukup karena kenyang," ujar Musdhalifah di Kantor PT CPI, Jakarta.

"Padahal gizinya tidak berimbang. Itu yang menyebabkan kita masih stunting," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, Musdhalifah mengaku belum ada kebijakan resmi. Sejauh ini, dia berkata masih berusaha menjaga ketersediaan dan menjaga harga ayam agar tetap stabil.

Lebih dari itu, dia menyampaikan sosialisasi pentingnya memakan dagin dan telur ayam kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan agar satu keluarga memelihara ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia mengatakan pemenuhan gizi anak bisa dilakukan dengan memberi asupan telur dari ayam yang dipelihara tersebut.

Menurut Moeldoko, gizi yang diberikan sejak usia dini dapat menekan angka stunting alias gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis pada seribu hari pertama.

"Perlu setiap rumah ada (memelihara) ayam, sehingga telurnya itu bisa untuk anak-anaknya," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).

[Gambas:Video CNN] (pjs/age)