66 Warga China Tukang Tipu Dibekuk, Jumlahnya Bisa Membengkak

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 21:52 WIB
66 Warga China Tukang Tipu Dibekuk, Jumlahnya Bisa Membengkak Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim gabungan Polda Metro Jaya meringkus total 66 warga negara China terkait kasus penipuan lewat telepon. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena polisi masih melakukan pengembangan kasus.

"Dari seluruhnya untuk sementara data yang saya dapat ini, ada 66 warga negara China yang saat ini kita amankan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan kepada wartawan, Senin (25/11).

Iwan menuturkan saat ini para pelaku bakal diperiksa lebih lanjut oleh penyidik. Namun, dalam pemeriksaan itu, Iwan mengaku membutuhkan penerjemah bahasa untuk memudahkan proses pemeriksaan.


Dia enggan berkomentar saat ditanya alasan para warga negara China memilih Indonesia sebagai tempat melakukan aksi penipuan. Dalihnya, polisi masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

"Saya belum bisa kasih penjelasan itu (motif penipuan) karena ini kan perlu hasil keterangan pemeriksaan dari TKP, keterangan saksi dan tersangka, maupun informasi yang kita dapat dari korban," tutur Iwan.

Puluhan warga negara China itu ditangkap oleh tim gabungan Polda Metro Jaya di enam lokasi di wilayah Jakarta dan dua lokasi di Jawa Timur.

[Gambas:Video CNN]
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan dalam menjalankan aksinya para tersangka biasanya menawarkan jasa bantuan kepada korban dalam menyelesaikan sebuah kasus.

Korban dalam kasus itu, kata Yusri, diketahui juga merupakan warga negara China.

"Penipuan dengan menggunakan media telkom atau telepon, di mana para pelakunya warga negara asing. Jadi rata-rata ini warga negara dari China atau Tiongkok dan korbannya juga sama, korbannya warga negara asing sendiri atau dari China," tutur Yusri. (dis/wis)