Kasus Narkoba, Nunung dan Suami Hadapi Vonis Hakim

CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 08:29 WIB
Nunung dan suaminya dijadwalkan menjalani sidang vonis kasus penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada siang ini. Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran bakal mendengarkan vonis hakim Rabu (27/11) siang. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komedian Srimulat Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran atau Iyan dijadwalkan menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/11). Berdasarkan informasi Sistem Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, sidang pembacaan vonis kasus narkoba ini dijadwalkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Pengacara Nunung, Wijoyono Hadi Sukrisno mengatakan optimistis Majelis Hakim dapat menjatuhkan vonis yang adil dengan mempertimbangkan pledoi yang telah dibacakan. Menurut dia, Nunung dan suami sudah berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan meninggalkan semuanya.

"Jadi kita harus optimis karena kita didukung dengan peraturan dan keterangan saksi yang mengatakan bahwa untuk rehab itu ditentukan lima sampai enam bulan. Tergantung dikabulkan sama hakim atau tidak, yang jelas poin yang penting adalah JPU sudah menuntut untuk rehab, tinggal waktunya saja yang jadi pertimbangan," kata Wijoyono dikutip dari Antara.


Dalam sidang sebelumnya, Nunung dan suami dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 1,5 tahun pidana penjara dengan ketentuan dipotong masa tahanan dan harus menjalani pidana di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur Jakarta Timur.


Jaksa menuntut Nunung dan suami karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Jaksa menyatakan Nunung dan Iyan bersalah melakukan tindak pidana menggunakan narkotika golongan I.

[Gambas:Video CNN]
Nunung dan suaminya didakwa tiga pasal alternatif yakni Pasal 114 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 huruf a di UU serupa.

Pada sidang pleidoi pekan lalu, Nunung bersama suami dan pengacara membacakan pembelaannya, meminta majelis hakim untuk meringankan hukuman dengan alasan dia mengakui perbuatannya dan menyesalinya, serta memiliki tanggungjawab kepada keluarga sebagai tulang punggung keluarga.

Nunung dan suaminya Iyan ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di rumah mereka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada 19 Juli lalu.

Keduanya ditangkap sehari setelah melakukan transaksi sabu dengan tersangka HM pada tanggal 18 Juli 2019. Nunung memesan dua gram sabu dari tersangka.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, alat hisap sabu dan sabu sisa pakai seberat 0,36 gram. (Antara/osc)