Dua program tersebut menjadi salah dua yang anggarannya dipotong dalam kesepahaman Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Sementara (Kuappas) dengan DPRD DKI Jakarta.
"Masih di dalam pembahasan semuanya [pemangkasan dana]. Nanti kita tunggu sampai RAPBD," tutur Anies di Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada Jumat (29/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pinjaman daerah untuk menalangi kebijakan DP 0 Rupiah juga dipangkas jadi Rp500 miliar dari pengajuan awal Rp2 triliun.
"Nah kita nyerut nih dari anggaran kita, mana-mana saja yang bisa di inikan, kaya semacam DP 0 Rupiah kan uangnya belum dipakai, nah kita serut abisin Rp2 triliun ternyata pas kita pertemukan mereka bisa berikan alasan," jelas dia.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan groundbreaking revitalisasi TIM tahap I pada awal Juli lalu.
[Gambas:Video CNN]
Pada revitalisasi tahap pertama akan dilakukan pekerjaan struktur untuk hotel, perpustakaan HB Jassin, pusat kuliner dan seni, hingga area publik. Sementara pada tahap kedua, akan dibangun asrama seni budaya dan sejumlah renovasi pada gedung planetarium. Proyek revitalisasi tahap I ditargetkan rampung tahun depan.
Sedangkan program rumah DP 0 Rupiah merupakan program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Pembangunan dilakukan PD Sarana Jaya dengan pembiayaan menggandeng PT Bank DKI Jakarta. Proses pembiayaan dilakukan berdasarkan Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.