Fraksi PKS Apresiasi DKI soal Keberhasilan Reuni Akbar 212

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 04:30 WIB
Fraksi PKS Apresiasi DKI soal Keberhasilan Reuni Akbar 212 Fraksi PKS mengapresiasi keberhasilan pemerintah DKI dan sejumlah pihak yang berhasil menjaga kedamaian aksi reuni akbar 212.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi keberhasilan perhelatan Reuni Akbar 212. Fraksi itu menilai kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (2/12) di Monas, Jakarta Pusat itu telah berlangsung dengan damai.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi PKS Mohamad Arifin dalam membacakan pemandangan umum Fraksi PKS di rapat paripurna DPRD DKI.

"Fraksi PKS juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta dan jajaran kepolisian karena acara Reuni 212 pada hari Senin lalu berjalan lancar dan tertib," kata Arifin di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (4/12).

Selain itu, Arifin juga mengapresiasi kebersihan yang tetap dijaga para peserta Reuni. Ia mengatakan bahwa acara yang Reuni 212 berjalan damai sebagai bukti acara tersebut menjaga kesatuan.


"Ini sekaligus membuktikan tidak perlu ada yang dikhawatirkan dari acara seperti ini sekaligus menegaskan komitmennya terhadap NKRI," tegas Arifin.

Adapun acara reuni akbar berjalan atas izin diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies pun menghadiri acara tersebut menggunakan setelan baju dinas cokelat ala PNS DKI Jakarta.

[Gambas:Video CNN]


Saat menghadiri acara tersebut, Anies memberikan Sambutan dengan menyinggung mengenai keadilan.

"Tidak ada persatuan tanpa keadilan. Tanpa keadilan tak mungkin ada persatuan, karena itu keadilan penting. Tanggung jawab kita sekarang ini adalah menghadirkan keadilan," kata Anies.

Anies mengatakan banyak yang khawatir mengenai aktivitas Reuni 212. Namun demikian, kata dia, Reuni Akbar 212 berjalan dengan damai. Ia berpesan agar masyarakat Indonesia tetap menjaga keberagaman.

"Apa yang unik? Yang unik adalah di sini ada persatuan Indonesia. Yang ada di sini adalah cermin persatuan Indonesia," kata Anies menegaskan.

Acara ini sudah berjalan sejak tahun 2016 akhir bermula dari kasus penistaan agama. Perkumpulan ini lalu aktif melaksanakan pertemuan dan merespon isu politik di Indonesia. (ctr/eks)