Depok KLB Hepatitis A, Pemkot Gratiskan Pengobatan

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 13:44 WIB
Jika hasil didiagnosa positif terjangkit hepatitis A, biaya perawatan bakal ditanggung Dinas Kesehatan Depok. Jika tidak, maka warga harus menanggung sendiri. Ilustrasi obat hepatitis A(Istockphoto/ Hailshadow)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok membebaskan biaya pengobatan bagi warganya yang terindikasi terjangkit penyakit menular hepatitis A.

Sejauh ini, Pemkot Depok telah menetapkan penyebaran penyakit hepatitis A Kejadian Luar Biasa (KLB) menyusul kejadian ratusan siswa dan pegawai di SMP Negeri 20 terjangkit penyakit menular tersebut.

"KLB mem-back up biaya perawatan bagi yang didiagnosa terindikasi Hepatitis A. Nanti dari Rumah Sakit yang klaim dan kita Pemkot Depok akan membayarkan ke rumah sakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok Novarita saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/12).


Nantinya, Rumah Sakit yang akan melakukan diagnosa khusus dan memutuskan apakah pasien tersebut benar terjangkit hepatitis A atau tidak. Setelah itu, Rumah Sakit akan mengirimkan tagihan kepada Pemkot Depok untuk dibayarkan.

"Kalau misalnya didiagnosa Hepatitis A biaya perawatan akan ditanggung oleh Pemda kalau bukan ya bisa secara mandiri pembayarannya atau bisa lewat BPJS," ujar dia.

Merujuk catatan Dinas Kesehatan Depok, Novarita menyebut sudah ada 263 masyarakat yang terjangkit Hepatitis A. Mereka adalah siswa dan pegawai sekolah SMP Negeri 20 Depok.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Novarita, kejadian ini berawal dari seorang penderita Hepatitis A yang mengelola makanan dan menyiapkan makanan. Lantas makanan tersebut tertular dan merebak ke siswa di sekolah itu.

"Dari makanan yang tercemar oleh penderita. Jadi penderita buang air tidak cuci tangan setelah dari kamar mandi kemudian mengelola makanan itu tertular makan makanan," jelas dia.

Novarita lalu mengimbau agar masyarakat Depok berperilaku hidup sehat. Bisa dilakukan mulai dari hal kecil, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.

"Berperilaku hidup sehat, sebelum makan dan sesudah dari kamar mandi kemudian mencuci alat serta makan di air mengalir. Jangan lupa mengkonsumsi makanan bergizi serta istirahat yang cukup," tegas dia.

Novarita mengatakan status kejadian luar biasa (KLB) ini ditetapkan hingga Januari 2020 mendatang. Namun, bisa berubah sejalan dengan evaluasi penyebaran penyakit tersebut.

"Pernyataan KLB sampai bulan Januari apabila di Desember tidak ada kasus yang baru status kita hentikan, tergantung seperti apa ke depannya," tutup dia.
(ctr/bmw)