Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan aplikasi Help Renakta merupakan hasil kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan sistem pelaporan berbasis online.
"Aplikasi ini nanti bagaimana kita mendekatkan anak anak, perempuan, yang jadi korban bisa (mendapat) penyuluhan hukum," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (5/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pengguna menggunakan fitur tombol darurat dalam aplikasi itu, maka petugas yang ada di sekitar lokasi bisa langsung memberikan bantuan.
Gatot menuturkan masyarakat juga bisa mendapatkan layanan kesehatan dan psikologis secara gratis dengan aplikasi Help Renakta.
Sementara itu, aplikasi Satpam Mantap dibuat untuk memaksimalkan kinerja para petugas keamanan atau satpam yang ada di wilayah Jakarta.
Gatot mengatakan bahwa satpam merupakan personel keamanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat saat tindak kejahatan terjadi.
"Kalau kita lihat jumlah polisi kurang di Jakarta, dengan kita membudayakan satpam yang ada nanti bisa lebih baik lagi," tutur Gatot.
Namun, aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh satpam yang sudah bersertifikat. Nantinya, lewat aplikasi tersebut satpam bisa langsung membuat laporan ke kepolisian.
"(Aplikasi ini) ada panic button-nya, kalau ada kejadian dari satpam (bisa langsung) laporan, anggota (polisi) bisa langsung datang," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengimbau masyarakat Jakarta untuk mengunduh dua aplikasi tersebut. Alasannya, kedua aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keamanan di wilayah ibukota.
"Saya mengundang masyarakat Jakarta mengunduh aplikasi ini, gunakan dengan baik dan bijak, gunakan bila ada situasi kedaruratan," kata Anies.