Dirut Garuda Dipecat, PAN Minta Erick Tak Cuma Tegas di Awal

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 15:14 WIB
Dirut Garuda Dipecat, PAN Minta Erick Tak Cuma Tegas di Awal Wakil Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir tak hanya tegas di awal terkait dengan pemecatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Ari Askhara usai diduga menyelundupkan onderdil motor Harley Davidson melalui pesawat Airbus A330-900.

Saleh meminta agar Erick selama menjabat Menteri BUMN tak segan-segan memecat para petinggi BUMN yang bertindak tak sesuai peraturan.

"Langkah taktis dan cepat Erick Thohir dalam mencopot Dirut Garuda perlu diapresiasi dan didukung. Diharapkan, langkah ini bukan hanya langkah populis di awal periode. Tapi, sangat diperlukan untuk dilanjutkan pada masa berikutnya," kata Saleh kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/12).


Saleh berpandangan, langkah yang ditempuh Erick dalam memecat Ari menjadi peringatan bagi para pimpinan perusahaan pelat merah lainnya. Menurutnya, BUMN harus menjadi perusahaan yang memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

"Dari kasus ini, kelihatan ada sesuatu yang salah di sana. Garuda itu seakan milik dirutnya. Karena itu, dia bisa dengan mudah menitipkan barang melintasi batas negara dan benua." kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Tak hanya itu, Saleh berharap Erick dapat melakukan reformasi yang lebih substantif dan fundamental di BUMN. Erick tidak boleh hanya sekadar mengganti dan memasukkan nama-nama baru dalam jajaran direksi dan komisaris BUMN. Tata kelola dan manajemen BUMN harus benar-benar menjadi perhatian utama Erick.

"BUMN harus menjadi perusahaan yang sehat. Tidak boleh jadi beban negara. Sebaliknya, BUMN harus menjadi salah satu sumber terbesar pemasukan keuangan negara setelah pajak," kata dia.

Sebelumnya Erick Thohir memecat Ari Askhara sebagai Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari dipecat karena melakukan penyelundupan beberapa suku cadang motor Harley Davidson lewat pegawainya sejak 2018 lalu.

Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Barang itu akhirnya dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS.

Pesawat yang mengangkut Harley Davidson tersebut mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu. Setelah itu, Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) yang melakukan pemeriksaan terhadap pesawat menemukan 18 kotak bawaan penumpang, 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai, tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton. (tst/osc)