Bima Arya Soal Caketum PAN: Harus Siap Kalau Saatnya Tiba

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 04:37 WIB
Bima Arya Soal Caketum PAN: Harus Siap Kalau Saatnya Tiba Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku ingin berkomunikasi dulu sebelum 'nyalon. di kongres PAN. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Bogor, CNN Indonesia -- Ketua DPP Bidang Politik dan Komunikasi PAN Bima Arya Sugiharto menyebut kader harus siap memimpin partai jika saatnya tiba. Ia pun menyinggung perannya membangun partai sejak 1998.

Hal itu dikatakannya saat ditanya soal peluang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PAN di kongres partai tersebut.

"Sebagai kader menurut saya kalau saatnya tiba harus siap memimpin partai. Gitu. karena kan kita ikut bersama-sama di awal pendirian partai dari tahun '98, jatuh bangun juga bersama partai," kata Bima di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11) malam.


Meski begitu, dirinya belum memiliki persiapan khusus atau pun rencana deklarasi untuk maju sebagai calon ketua umum PAN.

"Kongresnya juga belum bisa dipastikan bulannya kapan, awal tahun. Ya segala sesuatu juga masih sangat cair, saya ingin berkomunikasi dulu deh dengan semua pihak gitu," kata dia, yang juga merupakan Wali Kota Bogor itu.

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Bima mengaku ingin mendapat dukungan dari pihak internal PAN yang memiliki pola pemikiran sama dengan dirinya. Dukungan yang diberikan padanya untuk maju sebagai caketum harus konkret berlandaskan keinginan agar PAN tetap sebagai partai yang pro-reformasi.

"Bukan (untuk jadi) partai yang pragmatis. Sejauh mana kekuatan-kekuatan perubahan itu tetap ada di PAN. Jadi ini bukan hanya sekadar soal menghitung suara, tapi suara yang konkrit yang ingin berjuang menjadikan PAN partai pro perubahan sesuai dengan khittahnya," tandas dia.

Diketahui, PAN akan berencana menggelar kongres dalam waktu dekat. Sejumlah kader mulai disebut-sebut sebagai caketum. Di antaranya, Ketua Umum PAN saat ini, Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PAN DPR RI Hanafi Rais, dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajat Wibowo.

(tst/arh)