Jokowi Sebut Ada Temuan Baru Kasus Novel Baswedan

CNN Indonesia | Selasa, 10/12/2019 15:58 WIB
Jokowi Sebut Ada Temuan Baru Kasus Novel Baswedan Jokowi menyebut ada temuan baru dalam kasus Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan laporan dari Kapolri Jenderal Idham Azis bahwa ada temuan baru dalam kasus penyiraman air keras ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Namun ia meminta temuan baru itu agar ditanya ke Polri langsung.

Jokowi hanya mengatakan temuan baru ini disampaikan Idham saat bertemu dirinya kemarin di Istana.


"Dijawab ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan," kata Jokowi, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).

Jokowi bertemu dengan Idham kemarin di Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi mengaku langsung meminta Idham untuk segera mengumumkan pelaku penyerangan Novel.  Ia minta kasus ini diungkap dalam hitungan hari.

"Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian. Udah tanyakan langsung ke sana," ujarnya.

Jokowi sudah beberapa kali menerima laporan tentang penyelidikan kasus Novel yang sudah berjalan dua tahun lebih. Namun, sampai kemarin sore, Idham juga melaporkan bahwa pelaku belum tertangkap.

Idham langsung meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, usai bertemu Jokowi. Ia mengutus Kepala Divisi Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal untuk berbicara dengan wartawan.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan pihaknya serius menyidik kasus ini.

"Nanti kita doa bersama lah mudah mudahan penyidik nanti ada waktu akan menyampaikan penyidikan tersebut, sangat serius penyidik menangani kasus ini," kata Argo di Mabes Polri, Selasa (10/12).

Argo menuturkan pihaknya juga berharap agar kasus penyiraman air keras itu bisa diungkap sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo.

"Semoga harapan pak presiden dan masyarakat terkait kasus ini terungkap," ujarnya.

Disampaikan Argo, dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana, kemarin (9/12), Kapolri Jenderal Idham Azis juga telah menyampaikan berbagai perkembangan proses pengungkapan.

Termasuk, soal dua metode proses penyelidikan kasus tersebut, yakni induktif dan deduktif. Dalam metode induktif, kata Argo, penyidik telah melakukan penyisiran TKP dan memeriksa 73 saksi.

Tak hanya itu, lanjut Argo, rekaman CCTV di sekitar lokasi juga telah dikirimkan ke Australia sebagai bahan perbandingan.

"Tentunya partisipasi masyarkat yang kita tunggu tentunya kita sudah membuat beberapa saluran informasi yang akan kita terima dari masyarakat," tutur Argo.

Desakan agar Jokowi dan Polri lekas mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan datang dari sejumlah pihak. Terutama kelompok aktivis HAM dan antikorupsi. Mereka menganggap pemerintah tidak serius dalam mengusut kasus tersebut.
(fra/sur)