Perwakilan mahasiswa UHO, Yudin juga meminta Komnas HAM mengusulkan pembentukan tim gabungan pencari fakta mengingat tak kunjung terangnya pengungkapan kasus ini.
Menurutnya, tim di luar kepolisian penting dibentuk lantaran ada indikasi pengaburan fakta hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjanjikan bakal memeriksa kasus ini lebih mendalam dan mengupayakan pertemuan dengan Polri. Ia pun memastikan bakal memerintahkan jajarannya untuk mencermati laporan dan temuan yang diadukan keluarga serta perwakilan mahasiswa.
"Sebagai Ketua Komnas saya akan meminta Ketua Tim [Hairansyah] untuk mencermati beberapa hal. Pertama, memastikan proses hukum untuk kasus Randi dapat diakses oleh keluarga dan terbuka ke publik sehingga tidak ada keragu-raguan terhadap proses hukum," kata Taufan ditemui usai audiensi yang berlangsung lebih dari 1,5 jam tersebut.
"Akan kami pertimbangkan dulu, apakah diperlukan tim gabungan. Kadang-kadang kan begini, tanpa harus ada tim gabungan pencari fakta pun kalau ada niatan baik menyelesaikan kasus maka akan selesai," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Harapan Keluarga Korban
Sementara itu diketahui keluarga almarhum Himawan Randi dan Yusuf Qardhawi sepanjang sepekan ini maraton memperjuangkan pengungkapan kasus kekerasan tersebut. Bermula dari pengaduan ke Komisi III DPR, dilanjutkan ke Ombudsman lantas ke Komnas HAM.
Ibu dari Yusuf, Endang menceritakan ulang rasa kehilangan anak sulungnya itu ke Taufan. Ia mafhum, mungkin Taufan akan lelah mendengar keluhannya. Tapi ia mengaku sudah tak bisa lagi menahan.
"Mungkin kematian adalah takdir Tuhan, jalan seseorang yang sudah ditetapkan. Tapi yang tidak bisa saya terima itu, caranya. Cara kepergiannya yang sadis. Mereka menghancurkan kepala anak saya," ungkap Endang.
Senada, La Sali yang merupakan ayah dari Randi menumpu harapannya ke sejumlah lembaga negara. Ia menginginkan pembunuh anaknya diungkap dan diadili agar kelak kasus serupa tak berulang.
"Semoga masalah ini tetap diperjuangkan, agar generasi ke depan tidak takut menegakkan kebenaran dan keadilan. Dan semoga pelaku penembak anak saya ini dipecat dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku di negeri ini," La Sali berharap. (ika/osc)