Bersaksi di Sidang Romi, Khofifah Bantah Beri Rekomendasi

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 21:21 WIB
Bersaksi di Sidang Romi, Khofifah Bantah Beri Rekomendasi Khofifah bersaksi di sidang Romahurmuziy. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai calon Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur kepada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi. 

Hal ini disampaikan Khofifah saat bersaksi dalam sidang kasus suap jual beli jabatan Kemenag di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (11/12) dengan terdakwa Romi. 

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibacakan hakim, Khofifah disebut meminta Romi yang dipanggil dengan sebutan 'gus' agar memperjuangkan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim demi sinergi dengan pemprov.


"Dalam BAP saudara, saksi bilang 'Gus tolong diperjuangkan agar sinergi dengan Pemprov ke depan'. Apa betul?" tanya hakim.

"Saya tidak merasa yang mulia," jawab Khofifah. 

Khofifah menuturkan dirinya memang pernah menyinggung soal Haris melalui pesan singkat WhatsApp kepada Romi. Namun mantan Menteri Sosial itu beralasan hanya meneruskan pesan Ketum PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Asep Saifuddin Halim. 

Menurut Khofifah, Asep pernah memintanya agar menanyakan Romi terkait proses seleksi Kakanwil Kemenag Jatim. 

"Kiai Asep minta saya tanyakan ke Mas Romi, katanya proses sudah selesai terkait pemilihan Kakanwil Kemenag Jatim tapi kenapa tidak segera dilantik," ucap Khofifah. 
[Gambas:Video CNN]
Ia kemudian menanyakan hal itu bersamaan saat Romi menyampaikan undangan kampanye akbar PPP pada 10 April lalu. Khofifah lantas mengingatkan pada Romi agar jangan terlalu lama memproses karena khawatir 'masuk angin'. 

"Saya menyampaikan kira-kira ada kalimat 'jangan sampai kanginan'," tuturnya. 

Khofifah sendiri mengaku baru mengenal Haris setelah menjabat sebagai Gubernur Jatim pada akhir Februari 2019 dalam rakor Kemenag. Ia juga baru mengetahui bahwa Haris adalah menantu ketua tim suksesnya dalam pilgub Jatim, Roziki, setelah kasus suap itu muncul ke publik. 

"Kami mengetahui beliau sebagai menantu Pak Roziki ketika kasus ini muncul," ujar Khofifah. 

Ia juga membantah pernah menitipkan Haris yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kakanwil Kemenag Jatim melalui Roziki. Pasalnya, Romi menyebut pernah mendapat pesan dari Roziki bahwa Khofifah meminta pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. 

"Tidak pernah karena saya belum kenal Pak Haris dan saya enggak tahu ada Plt di Kanwil Jatim," ucapnya. 

Dalam perkara ini, Romi didakwa menerima suap terkait jabatan di Kemenag. Romi disebut meminta mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik. 
(psp/sur)