Sidang Suap Kemenag, Romi Bantah Dibayari Hotel Rp12 Juta

psp, CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 17:06 WIB
Terdakwa Romahurmuziy mengklaim dibayari stafnya di DPR untuk menginap di hotel sebesar Rp12 juta, bukan dibiayai staf Kemenag. Terdakwa kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama, Romahurmuziy alias Romi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama, Romahurmuziy alias Romi membantah dibiayai oleh staf Kemenag Kanwil Jawa Timur untuk menginap di hotel. Romi mengklaim membayar sendiri biaya hotel tersebut.

"Iya (bayar sendiri). Dibayarkan oleh staf saya di DPR," ujar Romi saat memberikan tanggapan dalam sidang pemeriksaan saksi kasus suap jual beli jabatan Kemenag di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/11).


Saksi sidang Markus sebelumnya menyebut stafnya, Mufli, diminta membiayai hotel yang menjadi tempat menginap Romi sebesar Rp12 juta. Pembayaran itu disebut akan diganti oleh Kepala Kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi yang juga dijerat dalam perkara ini.


Kendati demikian, Romi mengaku lupa siapa stafnya yang diklaim membayarkan hotel tersebut. Mantan Ketua Umum PPP itu lantas disarankan majelis hakim agar mengajukan staf yang membayarkan sebagai saksi meringankan di persidangan.

"Saya belum tahu siapa yang bayar, Yang Mulia," katanya.


Dalam perkara ini, Romi, sapaan Romahurmuziy didakwa menerima suap terkait jabatan di Kemenag. Romi disebut meminta mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Sementara Romi disebut pernah dibayari biaya menginap di hotel di Jatim sebesar Rp12 juta. Hal ini terungkap dari BAP saksi, Markus, yang dibacakan hakim di muka persidangan.

Permintaan pembayaran itu dilakukan atas perintah Haris Hasanudin. Namun biayanya disebut dibayarkan oleh Muafaq.


[Gambas:Video CNN] (pmg)