PBNU Sebut Pengintimidasi Kader Banser Korban Dai Provokatif

CNN Indonesia | Kamis, 12/12/2019 20:13 WIB
PBNU Sebut Pengintimidasi Kader Banser Korban Dai Provokatif Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini menuding pelaku intimidasi terhadap anggota Badan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai korban dari pendakwah yang suka memprovokasi dalam ceramah.

Helmy mengatakan saat ini sedang tren pendakwah provokatif di Indonesia. Biasanya para pendakwah itu menggunakan media sosial dalam menyampaikan ajarannya.

"Kita lihat di sosial media ada penceramah-penceramah seperti itu. Ini menurut saya korban dari dai-dai yang dalam ceramahnya bukan mengajak pada perdamaian, persatuan, ukhuwah, tapi justru saling memprovokasi," kata Helmy saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (2/12).


Helmy menilai peristiwa ini sejalan dengan perkembangan ideologi takfiri di Indonesia. Belakangan, banyak orang yang dengan mudah mengkafirkan hingga mengancam membunuh orang-orang yang menyatakan perbedaan pandangan.
Dia menilai penceramah-penceramah seperti itu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Mengutip Alquran, Helmy menyampaikan Allah SWT menciptakan hamba dengan berbagai perbedaan untuk saling mengenal.

"Perbedaan adalah rahmat, dan Allah menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, itu tujuannya untuk li ta'arafu, saling mengenal. Dalam konteks normatif, bukan hanya mengenal, tapi dalam konteks lebih jauh bisa membangun kerja sama," tuturnya.

Helmy meminta warga Nahdliyin untuk tidak terprovokasi dengan kasus intimidasi Banser. Ia meminta jemaah NU untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk masa mendatang.
"Kita jadikan ini sebagai pelajaran bagi kita semua ternyata masih ada di masyarakat cara keberagamaannya melihat perbedaan bukan sesuatu yang kita percaya sebagai suatu khazanah, tali mereka menganggap kebenaran adalah miliknya," ucap dia.

Sebelumnya, dua anggota Banser mengalami intimidasi. Mereka dicegat do tengah jalan dan dipaksa meneriakkan takbir oleh orang yang tidak dikenal.

Akun Twitter @nahdlatululama mengunggah video yang menayangkan intimidasi tersebut. Seorang pria mencegat dan memaksa keduanya untuk mengucap takbir.

"Lo takbir dulu sama gua, ya bareng ya. Takbir! Takbir! Takbir! Allahu akbar! Lu Islam bukan?" kata pria tersebut dalam video yang diunggah Selasa (10/12).

Meski begitu, dua anggota Banser menolak meladeni sang pria dengan alasan untuk menunjukkan identitas Islam cukup dengan mengucap dua kalimat syahadat. Pria yang tidak terima jawaban anggota Banser itu langsung mencaci maki.
(dhf/ain)