Mahfud Pastikan Proyek Jet Tempur KFX/IFX Berlanjut

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 03:01 WIB
Mahfud Pastikan Proyek Jet Tempur KFX/IFX Berlanjut Ilustrasi jet tempur. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Muhammad Mahfud MD memastikan pembicaraan mengenai proyek kerjasama pembuatan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) antara pemerintah Korea Selatan dan Indonesia tetap dilanjutkan.

Hal itu katakan usai bertemu dengan Menteri Pertahanan Korsel Jeong Kyeong-doo di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (12/12).

"Pembicaraannya tetap dilanjutkan," kata Mahfud.
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan Menhan Korea sengaja datang ke Indonesia untuk menemui Menhan Prabowo Subianto. Menurutnya, kunjungan itu bertujuan untuk melanjutkan kerjasama proyek tersebut.


Mahfud menyatakan saat ini kedua negara masih dalam proses negosiasi untuk melanjutkan proyek tersebut

"Itu sekarang masih di sedang di negosiasi dan dari Indonesia memang yang ditunjuk Pak Prabowo Menteri Pertahanan untuk berbicara antar menteri pertahanan," kata dia.

Diketahui, proyek pengembangan jet tempur KFX/IFX ini pernah tertunda pada tahun 2009 lalu. Pada 7 Januari 2016, Indonesia dan Korea Selatan menandatangani cost share agreement.
Menteri Pertahanan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu, pernah mengungkapkan Indonesia belum membayar 20 persen dari total biaya pengerjaan KF-X/IF-X fase kedua. Diketahui, kedua negara telah menyepakati kontrak proyek itu senilai Rp18 triliun atau 1,65 triliun won (US$1,3 miliar).

Sementara 80 persen sisanya ditanggung pemerintah Korsel. Total dana yang dikeluarkan kedua negara untuk penggarapan fase kedua ini sebanyak 8,6 triliun won.

Presiden Joko Widodo pada Oktober tahun 2018 lalu pernah menginstruksikan untuk melakukan perundingan ulang (renegosiasi) rencana kerja sama pembuatan jet tempur generasi 4.5 itu. Hal itu supaya Indonesia mendapatkan keringanan dalam hal pembiayaan.

Menkopolhukam sebelumnya, Wiranto mengatakan negosiasi ulang anggaran itu merupakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah. (rzk/rea)