Mahfud MD soal Nama-nama Dewas KPK: Nanti Ada Kejutan

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 02:54 WIB
Mahfud MD soal Nama-nama Dewas KPK: Nanti Ada Kejutan Menkopolhukam Mahfud MD. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menkopolhukam Mahfud MD mengklaim tidak memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo mengenai calon Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK). Dia mengatakan Dewas KPK pilihan Jokowi akan membuat masyarakat terkejut.

"Presiden sudah lebih tahu kriterianya, tapi nanti akan jadi kejutan bahwa dewas-nya baik-baik," ujar Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (10/12).

Mahfud enggan membeberkan siapa sosok Dewas KPK yang dipilih oleh Jokowi. Dia hanya menyampaikan banyak orang yang masuk dalam bursa Dewas KPK hingga akhirnya dipilih oleh Jokowi.


Lebih lanjut, mantan Ketua MK ini menyampaikan Jokowi miliki kewenangan untuk menunjuk Dewas KPK untuk pertama kali. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang KPK yang beberapa waktu direvisi oleh pemerintah dan DPR.
"Nanti untuk berikutnya mungkin pakai timsel (tim seleksi)," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan tim internal Kementerian Sekretariat Negara masih melakukan penyaringan nama-nama calon Dewas KPK yang sudah masuk. Menurutnya, tim internal juga masih mendengarkan masukan dari sejumlah pihak.

"Ini masih proses berjalan. Kami masih anu (menyeleksi), kan masih tanggal 20 (Desember)-an kan (pimpinan KPK 2019-2023 dilantik)," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).
[Gambas:Video CNN]

Keberadaan Dewan Pengawas KPK diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Sejak KPK terbentuk, baru kali ini akan ada Dewan Pengawas dalam tubuh KPK.

Anggota dewan pengawas periode pertama nanti akan dipilih langsung oleh Presiden Jokowi. Kemudian, mereka dilantik bersama dengan komisioner yang baru pada Desember 2019.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sudah selesai menyusun anggota Dewan Pengawas. Namun, ia tak merinci nama-nama anggota dewan pengawas lembaga antikorupsi.

"Sudah, tapi belum [bisa diumumkan]," kata dia, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12) (jps/ain)