Rekam Jejak Ujian Nasional yang Kini Dirombak Nadiem Makarim

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 08:17 WIB
Ujian nasional pernah menuai kontroversi pada 2014 ketika memuat deskripsi soal Jokowi sebagai sosok jujur, bersih dari korupsi, pekerja keras dan suka blusukan Mendikbud Nadiem Makarim. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim berencana membenahi Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021.

Nasiem menganggap UN memiliki sejumlah permasalahan, seperti terlalu padat materi, tidak efektif menilai pencapaian siswa dan justru memberikan tekanan kepada siswa.

Rencana penghapusan UN sebenarnya sudah ada sejak Mendikbud sebelumnya Muhadjir Effendy menjabat. Kala itu ia mengatakan Presiden RI Jokowi sudah setuju dengan wacana tersebut.

Jokowi sendiri mengatakan penghapusan UN masih jadi pembahasan dan belum dibawa ke Rapat Terbatas.


Nama UN juga sudah beberapa kali diganti dalam sejarahnya. Pada 1980 sampai 2002 ujian kompetensi untuk siswa disebut Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas).

Awalnya yang diujikan hanya Pendidikan Moral Pancasila (PMP), namun selang ujian dilaksanakan pelajaran yang diujikan bertambah.

Pada 2003 namanya kembali diubah menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). Kemudian menjadi Ujian Nasional (UN) di tahun 2005.

Menelusuri pelaksanaannya, UN sempat menuai kontroversi politis pada 2014. Soal cerita UN di tahun itu ada yang membahas tentang Presiden RI Joko Widodo.

Dalam soal diterangkan bahwa Jokowi merupakan sosok yang jujur, bersih dari korupsi, pekerja keras dan dikenal dengan gaya blusukan.

Hal ini pun menuai polemik dan kritik karena dianggap memiliki unsur politis.

UN sendiri pertama kali diinisasi oleh Pusat Penilaian Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ujian ini sudah tidak lagi jadi standar kelulusan siswa seperti sebelumnya. Standar kelulusan siswa diserahkan kepada setiap sekolah.

Tapi UN dijadikan standar penilaian siswa untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri untuk tingkat pendidikan dasar sampai menengah.

Mata pelajaran yang diujikan dalam UN beragam tergantung tingkat pendidikan siswa.
[Gambas:Video CNN]
Untuk tingkat Sekolah Dasar yang diujikan Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Mata pelajaran yang sama ditambah Bahasa Inggris diujikan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama.

Sedangkan untuk siswa Sekolah Menengah Atas mata pelajaran yang diujikan tergantung jurusan.

Untuk siswa jurusan IPA ada Fisika, Kimia dan Biologi. Kalau jurusan IPS ada Ekonomi, Geografi, Sosiologi dan Sejarah.

Lalu jurusan Bahasa ada Sastra Indonesia Antropologi dan bahasa asing pilihan. Kemudian jurusan keagamaan ada Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis dan Fiqih.

Semua jurusan tersebut wajib mengerjakan tes Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika.

Penentuan standar nilai untuk kelulusan semua mata pelajaran tersebut disamaratakan, standar nilai yang ditentukan. Dari tahun 2009 standar rata-rata minimal yang ditentukan 5,5. Dengan nilai minimal 4.

Nadiem telah mengklarifikasi bahwa UN pada dasarnya tidak akan dihapus. Nadiem menerangkan hal yang dihapus ialah format ujian per mata pelajaran yang mengikuti kelengkapan silabus dari kurikulum.

Ke depan, lanjutnya, UN akan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum yang mirip seperti Programme for International Student Assessment (PISA).

"Itu yang dihapus. Diganti tapi dengan Asesmen Kompetensi Minimum yaitu hampir mirip seperti PISA yaitu literasi, numerasi, plus ada satu Survei Karakter," ucap eks bos Gojek itu. (fey/gil)