Batan Kenalkan Nuklir Lewat Taman Sains & Agro Tekno

Advertorial, CNN Indonesia | Sabtu, 14/12/2019 00:00 WIB
Batan Kenalkan Nuklir Lewat Taman Sains & Agro Tekno Banyak varietas unggul tanaman pangan dari Batan yang telah disebarluaskan kepada masyarakat melalui ATP dan NSTP (Foto: Dok Batan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) berupaya membumikan produk hasil ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) nuklir untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan National Science Techno Park (NSTP) dan Agro Techno Park (ATP).

Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN) Batan Efrizon Umar mengatakan, program ATP dan NSTP ini merupakan program nasional yang digulirkan oleh Presiden Joko Widodo pada awal kepemimpinannya yakni tahun 2015.

Pengembangan NSTP dan ATP ini menurut Efrizon merupakan bagian dari kegiatan hilirisasi produk litbang IPTEK nuklir yang dihasilkan Batan kepada masyarakat. Berbagai bidang yang menjadi fokus dari pengembangan NSTP dan ATP adalah bidang pertanian dan peternakan.


"Sudah banyak hal-hal yang dilakukan bersama dalam pengembangan ATP dan NSTP. Ini merupakan modal yang kuat untuk melangkah ke depan. Batan akan selalu mendukung kegiatan yang terkait dengan pengembangan ATP dan NSTP," kata Efrizon.

Efrizon menjelaskan, di bidang pertanian, banyak varietas tanaman pangan Batan yang telah disebarluaskan kepada masyarakat melalui ATP dan NSTP. Selama lima tahun ke belakang Batan menghasilkan satu varietas unggul pisang, 5 varietas padi, 2 varietas kedelai, dan 9 pengusaha pemula berbasis teknologi (ppbt).

Selain itu, capaian yang membanggakan juga diperoleh dari kerja sama peneliti Batan dengan ATP Kabupaten Klaten, yakni dihasilkannya varietas baru yang merupakan perbaikan dari varietas lokal Rojolele.

"Selain di bidang pertanian, melalui ATP dan NSTP ini, Batan juga mengembangkan pola peternakan secara komunal, yakni pengelolaan ternak yang dilakukan secara bersama oleh masyarakat. Sistem komunal ini akan memberi banyak keuntungan, baik dari segi pemenuhan permodalan, hasil maupun dalam penerapan metode atau teknologi baru," tambahnya.

Sementara itu, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat menjelaskan, penyampaian capaian kegiatan ATP dan NSTP ini dimaksudkan selain sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, juga dijadikan sebagai sarana memasyarakatkan hasil litbang IPTEK nuklir kepada masyarakat luas.

Dengan cara seperti ini, diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para tenant dan calon pengusaha pemula berbasis teknologi. Kendati banyak capaian yang telah dihasilkan dari pengelolaan ATP dan NSTP, lanjut Totti, banyak tantangan yang harus dihadapi khususnya dalam hal mempertahankan keberadaan ATP dan NSTP ketika program pengembangan ini usai.

"Selama lima tahun terakhir, pelaksanaan NSTP Batan mempunyai tantangan dalam pelaksanaannya. Namun melalui kerja sama yang dibangun antara Batan dengan pemerintah daerah, tantangan tersebut dapat terselesaikan. Tantangan tersebut mulai dari kelembagaan, jejaring, pemanfaatan teknologi hingga pembentukan pasar," kata Totti.

Totti berharap, hasil penelitian Batan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, IPTEK nuklir tidak lagi dipahami sebagai suatu hal yang menakutkan oleh masyarakat.

"Nantinya teknologi nuklir dapat menjadi komoditi dagang bagi para pengusaha pemula berbasis teknologi yang ingin mengembangkan dan mengusahakan produk teknologi nuklir," pungkasnya. (adv/adv)