Ma'ruf: Sistem Khilafah Bukan Ditolak, Tapi Tertolak di NKRI

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 22:30 WIB
Wapres Ma'ruf Amin mengatakan NKRI sudah final dan sepakati sehingga sistem lain tidak bisa masuk. Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)
Semarang, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan bahwa sistem khilafah tak bisa masuk ke Indonesia bukan karena ditolak, namun tertolak karena sudah ada kesepakatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kalau ditolak, bisa masuk tapi ditolak. Kalau tertolak tidak bisa masuk karena kita punya kesepakatan, NKRI," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Bersama MUI, DMI, BWI, Baznas, IPHI Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Jumat (13/12).

Menurut Ma'ruf, NKRI adalah sebuah kesepakatan sehingga tidak bisa diganggu oleh pemikiran lain.

"Jangan ada yang bawa pikiran pikiran di luar Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI sudah final," kata Ma'ruf.


Ma'ruf mengatakan sebuah negara tak harus berbentuk khilafah untuk menjadi Islami. Islami menurutnya bisa ada dalam sistem republik, kerajaan atau keamiran dalam sebuah negara.
[Gambas:Video CNN]
"Khilafah itu Islam, karena ada khilafah abbasiyah, khilafah Usmaniah," katanya.

Ia mencontohkan Saudi Arabia sebagai kerajaan Islami. Sementara negara yang berbentuk keamiran dan Islami adalah Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab.

"Republik juga Islami, selain Indonesia ada Mesir, Turki. Jadi kalau soal Islami ya semua Islami," jelas Ma'ruf.

Munculnya Intoleran dan radikalisme yang muncul di Indonesia saat ini, dikatakan Ma'ruf, tak lain disebabkan karena ego dan fanatisme kelompok. Padahal, di seluruh kitab suci agama apapun, tidak ada yang mengajarkan untuk intoleran.

"Di dalam kitab beda agama pun kita diajarkan toleran. Lakum dinukum waliyadin," kata Ma'ruf.
(dmr/sur)