Konsep Merdeka Belajar Nadiem Belum Sentuh Kesejahteraan Guru

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 14/12/2019 03:20 WIB
Konsep Merdeka Belajar Nadiem Belum Sentuh Kesejahteraan Guru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengakui bahwa pihaknya belum menyentuh permasalahan tentang kesejahteraan guru dalam empat program inisiatif bertajuk 'Merdeka Belajar' yang ia canangkan.

"Belum ngomongin kompetensi guru, bagaimana meningkatkannya, belum membicarakan kesejahteraan guru," kata dia saat memberi sambutan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (13/12).

Selain itu, dalam program tersebut, Nadiem menjelaskan bahwa pihaknya juga belum mengkaji sejumlah hal lain terkait dengan penyederhanaan kurikulum, dan penyederhanaan kompetensi dasar.
Menurut dia, empat program tersebut masih merupakan langkah awal dari kementeriannya untuk mencapai kemerdekaan belajar di Indonesia.


"Apa itu cukup, sudah jelas tidak cukup. Itu baru step pertama kita untuk mencapai kemerdekaan belajar," kata Nadiem.

Nadiem berjanji akan mencoba membebaskan guru untuk dapat bebas mengeluarkan pemikiran. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari pembelajaran.

Sebagai informasi, dalam acara Rapat Koordinasi Dengan Kepala Dinas Pendidikan Seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Nadiem memaparkan terkait konsep Merdeka Belajar yang akan dilaksanakan selama dia menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

Konsep Merdeka Belajar ini terdiri dari empat inisiatif atau empat kebijakan pokok dalam pendidikan Indonesia. Empat hal itu yakni soal membebaskan sekolah untuk menggelar atau melaksanakan USBN, kedua menghapus Ujian Nasional per 2021, ketiga merampingkan RRP untuk para guru dan yang keempat terkait dengan sistem zonasi.

"Karena hanya dengan kemerdekaan lembaga unit pendidikan, hanya dengan kemerdekaan kreativitas para guru, hanya dengan hal itulah pembelajaran dalam kelas bisa terjadi secara keseluruhan," kata dia. (mjo/rea)