Kelelahan, Ma'ruf Batal Hadiri KTT di Malaysia

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 12:26 WIB
Tim Dokter Wapres meminta Ma'ruf Amin istirahat satu atau dua hari. Sejak dilantik, rangkaian kerja Ma'ruf padat dari mulai luar kota hingga luar negeri. Wakil Presiden disebut kelelahan sehingga batal menghadiri KTT Kualalumpur di Malaysia. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin batal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTTKuala Lumpur atau KL Summit 2019 karena harus istirahat. Ma'ruf mestinya bertolak ke Malaysia pada Rabu (18/12) siang ini dan dijadwalkan kembali Kamis (19/12) besok. 

"Ingin saya sampaikan bahwa dengan sangat menyesal kami mengumumkan wakil presiden tidak bisa hadir ke acara KL Summit karena tim dokter berkesimpulan wapres harus istirahat," kata juru bicara wapres, Masduki Baidlowi melalui keterangan dari Setwapres, Rabu (18/12). 

Masduki mengatakan, Ma'ruf tak mengalami sakit tertentu namun perlu istirahat karena padatnya agenda belakangan ini. Sebagai perwakilan di KTT Summit, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi. 


"Mohon dimaklumi wapres akan istirahat dalam sehari, dua hari ini. Hanya yang perlu digarisbawahi, kondisinya tidak mengkhawatirkan, hanya butuh istirahat," katanya. 

Wasekjen PBNU ini menuturkan, rangkaian kerja Ma'ruf memang padat sejak dilantik pada 20 Oktober lalu. Selain acara di Jakarta, Ma'ruf juga kerap memenuhi undangan di luar kota.
[Gambas:Video CNN]
"Memang rangkaian kerja wapres ini kan luar biasa non-stop. Bahkan malam dan weekend terakhir kemarin ke Banten, makanya atas saran dokter wapres agar istirahat," ucap Masduki. 

Kendati demikian, menurutnya, Ma'ruf masih berniat hadir memenuhi acara kenegaraan di Kalimantan Selatan pada 20 Desember mendatang. Namun sesuai saran dokter, Ma'ruf tetap diminta istirahat. 

"Tadi hasil pembicaraan sebenarnya wapres masih menghendaki hadir di acara Kalsel, tapi diminta agar bisa istirahat dan segera pulih," tuturnya. 

KL Summit 2019 disebut sebagai forum pertemuan kepala pemerintahan dari sejumlah negara termasuk Indonesia untuk  menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut umat Islam.

Malaysia mengundang kepala negara dari 56 negara berpenduduk mayoritas muslim dan semua negara itu akan diwakili oleh utusan dari berbagai level.
(psp/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK