Gubernur Edy Pastikan Tutup Tambang Emas Ilegal Madina

CNN Indonesia | Jumat, 20/12/2019 02:27 WIB
Gubernur Edy Pastikan Tutup Tambang Emas Ilegal Madina Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. (CNN Indonesia/Farida)
Medan, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menegaskan akan menutup tambang emas ilegal yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Aktivitas tambang ilegal tersebut disinyalir menyebabkan daerah itu terpapar merkuri sehingga dalam dua tahun terakhir ditemukan enam bayi yang lahir cacat.

"Merkuri diakibatkan oleh tambang liar, namanya aja tambang liar. Berarti itu adalah tambang ilegal. Kalau ilegal berarti menyalahi aturan. Ya, harus kita tutup," kata Edy Rahmayadi di Lapangan Benteng Medan, Kamis (19/12).

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengaku akan mempelajari dahulu penutupan tambang ilegal di Madina. Ia ingin penutupan tambang ilegal di Madina tak membuat warga di sana yang bekerja di tambang, kehilangan mata pencaharian.


"Dengan ditutupnya itu, berarti masyarakat perlu pekerjaan lain, ada pertanian kita siapkan pertaniannya, ada peternakan kita siapkan ternak-ternaknya. Kalau perikanan kita siapkan tempat-tempat ikannya," ungkap Edy

Saat disinggung penutupan tambang ilegal mendapat penolakan warga, Edy pun mengatakan bahwa aktivitas tersebut dilarang.

"Masak negara kalah dengan yang ilegal?," tegasnya.

[Gambas:Video CNN]
Dalam dua tahun terakhir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumut ditemukan enam bayi yang lahir tidak normal atau cacat. Diduga bayi-bayi tersebut terpapar bahan kimia berbahaya dari aktivitas pertambangan ilegal yang dilakukan orang tua mereka di daerah tersebut.

Enam bayi lahir dengan kelainan di kawasan tambang emas di Kabupaten Mandailing Natal itu antara lain mengalami usus di luar perut, otak di luar tempurung kepala, tengkorak kepala tidak lengkap, memiliki mata satu serta tidak mempunyai tulang rusuk dan kulit pembalut perut. Terbaru, juga ditemukan bayi yang lahir dengan otak di luar tempurung kepalanya. Namun bayi ini sudah meninggal pada Senin (18/11).

Bupati Madina, Dahlan Nasution telah menyurati Pemprov Sumut pada 15 November 2019. Menurut Dahlan, para dokter menduga bayi cacat itu merupakan dampak dari maraknya pertambangan liar di kabupaten tersebut yang menggunakan merkuri dalam aktivitas pertambangannya. Untuk itu, ia meminta semua pihak agar bertindak menutup aktivitas pertambangan liar tersebut. (fnr/wis)