Mahfud Sebut Aparat Akan 'Selesaikan' Pelaku Sweeping

CNN Indonesia | Sabtu, 21/12/2019 22:53 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pelaku sweeping terkait Natal dan Tahun Baru 2020 akan diselesaikan secara hukum oleh aparat. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pihak yang bisa melakukan sweeping hanya Polri dan TNI. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan bahwa yang bisa melakukan sweeping atau razia terkait Natal dan Tahun Baru 2020 hanya Polri dan TNI. Pihak lain yang melakukannya akan diselesaikan lewat jalur hukum.

"Tidak boleh ada sweeping, kalaupun ada diketahui pasti diselesaikan oleh aparat. Dan saya juga meminta kepada aparat menyelesaikan melalui hukum yang berlaku. Tidak boleh ada sweeping, yang boleh hanya polisi dan tentara," katanya saat halaqoh kebangsaan di Pondok Pesantren Al Amien, Lingkungan Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/12) dikutip dari Antara.

Menurut konstitusi, lanjutnya, yang boleh memegang senjata untuk menjaga negara dan demi tegaknya hukum hanya polisi dan tentara.

Sebelumnya, di media sosial beredar video sekelompok massa beratribut putih-putih hendak menggelar sweeping di sebuah pusat perbelanjaan untuk memastikan tak ada pegawai beragama Islam yang mengenakan atribut Natal, beberapa hari lalu. Namun, hal itu dicegah polisi.

Polda Metro Jaya sendiri sudah melarang ormas melakukan razia jelang Natal. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan kepolisian bakal menindak tegas ormas-ormas yang nekat melakukan sweeping.

[Gambas:Video CNN]
"Sudah ditegaskan Bapak Kapolri, memang kita harapkan rekan ormas tidak sweeping karena dilarang dan akan ditindak tegas," kata Yusri dalam keterangannya, Rabu (18/12).

Mahfud melanjutkan bahwa semua warga negara harus tunduk pada hukum. Persoalan pandangan keagamaan seperti fatwa, kata dia, tak wajib diikuti dan diserahkan kepada masing-masing warga. Misalnya, terkait ucapan Natal.

Pasalnya, setiap ulama memiliki fatwa berbeda. Misalnya, fatwa Nahdlatul Ulama (NU), MUI, dan Muhammadiyah berbeda tentang Natal dan bunga bank.

Dirinya juga mengaku tidak keberatan untuk mengucapkan selamat Natal kepada seluruh yang merayakan.

Dalam kegiatan itu, Mahfud MD juga sempat memberikan materi tentang kebangsaan dan meningkatkan rasa nasionalisme. Ia juga berharap seluruh warga Muslim bersatu dan tidak terpecah belah antarmuslim.

Hadir dalam acara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Lingkungan Ngasinan, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kediri KH Anwar Iskandar, para Kiai, Gus di wilayah Mataraman (Jombang, Kediri, Blitar, Trenggalek, Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo).




(Antara/arh)