Hasto mengatakan hal ini juga seiring dengan tema 'jalur rempah' yang diangkat PDIP dalam rapat kerja nasional (rakernas) I 2020 pada Januari mendatang.
"Pengembangan industri terkait rempah-rempahan di Indonesia akan semakin maju lewat riset dan penelitian yang lebih kuat melalui Badan Riset Nasional," ujar Hasto dalam diskusi jelang rakernas PDIP di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Senin (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya harus melalui pendekatan menjaga lingkungan alam sehingga sustainability-nya dapat kita jaga dengan baik," katanya.
"Maka kita berharap ada dukungan dari pemerintah soal standar mutu dan penguatan sektor hilir, misalnya dengan memperbanyak industri pengelolaan rempah," ucapnya.
Di sisi lain, sejarawan rempah asal Universitas Padjajaran Fadly Rahman, mengingatkan besarnya potensi industri rempah di Indonesia. Ia mengusulkan pemerintah membuat program yang menyebarkan pengetahuan rempah-rempah melalui sarana seperti museum atau pelaku pameran.
"Perlu juga dilakukan program edukasi di sektor pendidikan dan publik terkait pembudidayaan rempah-rempah dan pemanfaatan untuk kesehatan dan kuliner," ujarnya. (psp/ain)