Soal Jubir Baru, Febri Ingatkan Keterbukaan Informasi KPK

CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 20:51 WIB
Soal Jubir Baru, Febri Ingatkan Keterbukaan Informasi KPK Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku belum menerima informasi mengenai rencana pencarian juru bicara baru di lembaga antirasuah. Ia mengatakan sejak pekan lalu tak bisa beraktivitas seperti biasa karena kondisi kesehatan.

"Saya sebenarnya baru mendengar informasi tersebut dari media. Karena sejak Rabu kemarin disuruh dokter istirahat di rumah," kata Febri kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (23/12).

Perihal pencarian jubir baru KPK, Febri menyerahkan sepenuhnya pada pimpinan lembaga antirasuah. Ia yakin rencana ini murni kebutuhan organisasi bukan pertimbangan pribadi.


Jika toh pimpinan baru KPK menginginkan penggantian tersebut Febri berharap posisi juru bicara diisi oleh sosok yang kompeten. Yang penting, menurut dia, juru bicara KPK harus mampu menjadi jembatan informasi sekaligus sarana akuntabilitas publik.

"Keterbukaan informasi adalah bagian dari cara KPK untuk membuka diri agar diawasi, dijaga hingga dicintai. Jadi kita doakan saja KPK bisa mendapatkan putra/putri terbaik mengisi posisi tersebut dan juga sejumlah jabatan yg saat ini sedang kosong," kata mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.

Ia pun mengungkapkan sebenarnya telah mengemban tugas rangkap sebagai Kepala Biro Humas sekaligus Juru Bicara KPK sejak Desember 2016. Febri mengaku sempat mengusulkan agar posisi juru bicara dipegang oleh orang yang berbeda, tapi saran itu ditolak oleh pimpinan saat itu.
[Gambas:Video CNN]
"Namun hingga Pimpinan Jilid IV selesai menjalankan tugasnya, memang Pimpinan saat itu masih meminta saya menjalankan kedua fungsi itu di waktu yang sama," katanya.

Lebih lanjut ia berharap lembaga antirasuah kelak bakal memiliki juru bicara yang lebih baik.

"Dan jika sekarang, Pimpinan KPK ingin mengisi posisi Juru Bicara KPK dan misalnya melakukan seleksi untuk mencari orang yang tepat, semoga KPK mendapatkan yang jauh lebih baik dari Juru Bicara yang pernah ada di KPK," kata Febri.
(ika/sur)