Pesan Natal Menag: Agama Sumber Kebaikan, Bukan Kekerasan

CNN Indonesia | Selasa, 24/12/2019 15:40 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan jika ada kekerasan yang muncul mengatasnamakan agama, maka itu perbuatan umat yang kurang paham ajaran agamanya. Menteri Agama Fachrul Razi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyisipkan pesan antiradikalisme agama dalam pidato menyambut perayaan Hari Natal 2019. Dalam pesannya, Fachrul menegaskan agama bukan sumber kekerasan.

Fachrul menyampaikan agama sebagai sumber segala kebaikan. Mantan Wakil Panglima TNI itu menyebut Tuhan menurunkan kitab suci sebagai panduan bagi umat beragama untuk nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Umat kristiani Indonesia yang kami hormati, agama adalah sumber dari semua kebaikan dan bukan sebaliknya sebagai sumber kekerasan. Apabila ternyata ada konflik dan kekerasan yang mengatasnamakan agama, pastilah itu karena kekurangpahaman kepada agama," kata Fachrul dalam video resmi yang dibagikan Humas Kementerian Agama, Selasa (24/12).


Fachrul mengatakan Natal kali ini mengusung tema "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang". Makna tema tersebut, kata dia, hendaknya masyarakat Indonesia memahami arti penting dari peringatan yang secara prinsip mengajarkan kebaikan, kesederhanaan, perhatian terhadap kaum lemah, serta cinta kasih kepada sesama.

Fachrul Razi juga berharap umat Kristiani dapat mengambil hikmah Natal untuk membangun kebersamaan, saling pengertian, dan hidup secara harmonis dalam rumah besar bangsa Indonesia.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Yesus Kristus yang diyakini umat Kristiani tersebut, merupakan pembimbing moral bagi kehidupan umat pemeluknya, untuk terwujudnya kehidupan yang damai dan sejahtera," tuturnya.

Fachrul kembali menyampaikan bahwa Indonesia memiliki budaya dalam memberi kemudahan bagi pemeluk agama apapun menjalankan ibadahnya dengan tenang. Umat yang menjalankan ibadahnya juga menjaga tenggang rasa bagi umat agama lain.

"Toleransi dan tenggang rasa secara timbal balik itu adalah kata kunci dari praktik moderasi dan kerukunan umat beragama di Indonesia," ujar Fachrul.
[Gambas:Video CNN]
Perayaan Natal akan jatuh pada Rabu, 25 Desember 2019. Menjadi polemik yang tiap tahun berulang, isu mengenai toleransi beragama kerap dihadapkan pada persoalan bolehkah umat Islam mengucapkan selamat natal kepada pemeluknya.

Tahun ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat kembali mengelarkan sikap. Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhi Sa'adi menyebut MUI tidak melarang umat Islam untuk mengucapkan selamat Natal. Pernyataan ini berbeda dengan pendapat MUI Jawa Timur yang melarang umat Islam, kecuali Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, untuk mengucap selamat natal.

Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan pihaknya tidak melarang dan tidak pula menganjurkan ucapan selamat Natal. Sebab MUI belum pernah membuat fatwa khusus untuk hal tersebut.

"MUI Pusat sendiri belum pernah mengeluarkan ketetapan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya. Sehingga MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada sesuai dengan keyakinannya," kata Zainut lewat keterangan tertulis, Senin (23/12). (dhf/ain)