Andi Arief Minta Jokowi Pidato soal Jiwasraya Malam Ini

CNN Indonesia | Rabu, 25/12/2019 12:53 WIB
Andi Arief Minta Jokowi Pidato soal Jiwasraya Malam Ini Presiden Jokowi. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) pidato untuk membongkar kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara terang benderang pada malam ini, Rabu (25/12).

Kepala negara ia minta segera memerintahkan partai koalisi untuk membentuk panitia khusus (pansus) terkait persoalan Jiwasraya.

"Sebaiknya Bapak pidato malam ini menyatakan: "Kepada partai koalisi untuk segera membentuk pansus dan buka kasusnya terang benderang," tulis Andi dalam akun pribadinya, dikutip Rabu (25/12).


Ia menyatakan kasus Jiwasraya sudah begitu besar. Perusahaan mengumpulkan uang dan menjanjikan bunga tinggi kepada nasabah agar tertarik untuk membeli polis asuransi di Jiwasraya.

"Uangnya dipindah ke tempat tertentu, lalu uangnya dibilang hilang karena berbagai alasan," kata Andi.

Andi bilang berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ia terima, sebagian dana yang dihimpun dari nasabah ditempatkan di perusahaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

"BPK sudah menyatakan ada semacam perampokan atau bahasa kerennya tidak prudent atau ada fraud," ucap Andi.

Sejauh ini, sambung Andi, tersangka kasus Jiwasraya masih dirahasiakan. Menurutnya, tersangka itu sedang diberikan arahan agar memberikan pernyataan kalau kasus Jiwasraya merupakan salah presiden terdahulu.

Ia meminta kepada Erick untuk segera menyelesaikan masalah Jiwasraya. Selain itu, Erick juga harus menjelaskan hubungan antara perusahaannya yang dihubung-hubungkan dengan Jiwasraya seperti yang tertera dalam audit BPK.

"Modal kepercayaan kami, penjelasan itu," imbuhnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menuturkan pemerintah sudah memiliki keinginan untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam 3 tahun terakhir.

"Tapi ini bukan masalah yang ringan," kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (18/12).

Menurut Presiden, sudah dilakukan rapat antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Keuangan terkait masalah tersebut. "Yang jelas, gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu, sudah ada, masih dalam proses semua," katanya.

Respons Kementerian BUMN

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan jika yang dimaksud Andi adalah penempatan dana melalui pembelian saham di perusahaan milik Erick, ia menyebut siapa pun berhak membeli saham tersebut. Ia juga menyebut tak pernah ada intervensi dari Erick.

"Setahu saya saham perusahaan Pak Erick dijual di pasar saham. Jadi siapa saja berhak membeli di pasar saham. Selama belinya di pasar saham ya bebas," kata Arya.

Diketahui, pembelian di pasar saham memang bersifat bebas berdasarkan penawaran dan permintaan pada saat jam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Makanya, manajemen bisa jadi tak tahu menahu soal siapa-siapa saja yang melakukan transaksi di bursa.

"Kapan beli dan kapan jual pasti tidak tahu juga kalau di pasar modal," ucap Arya.

Sebagai informasi, Erick memiliki perusahaan di sektor hiburan bernama PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Perusahaan itu memiliki anak usaha yang juga tercatat di lantai bursa, yakni PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI).
(aud)


BACA JUGA