Selain Lamborghini, Polisi Cek Porsche Milik Penodong Pelajar

CNN Indonesia | Kamis, 26/12/2019 17:06 WIB
Polisi akan mengecek sejumlah mobil mewah yang dimiliki tersangka kasus penodongan pelajar dengan senjata api, AM, selain mobil Lamborghini. Tersangka penodongan terhadap pelajar, AM, disebut memiliki sejumlah mobil mewah. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polres Metro Jakarta Selatan menyebut AM, tersangka penodongan pelajar SMA menggunakan senjata api, masih memiliki sejumlah mobil mewah selain Lamborghini.

Hingga kini, polisi sudah menyita Mobil Lamborghini dengan nomor polisi B 27 AYR berwarna jingga yang diduga menggunakan pelat nomor palsu.

"Menurut keterangan yang bersangkutan, itu ada satu lagi Porsche terus ada Land Cruiser sama ada beberapa lagi, nanti kami cek lagi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib saat ditemui usai penggeledahan rumah AM di Pejaten, Jakarta, Kamis (26/12).


Kendati demikian, Andy tak merinci lebih soal mobil mewah tersebut. Dalam hal ini, kata Andi, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi rumah tersangka lainnya.

Pihaknya pun masih akan melakukan pemeriksaan terkait dengan pajak dari kepemilikan mobil mewah tersebut.

[Gambas:Video CNN]
"Kan dia ada beberapa rumah ya," tambah Andi.

Sebelumnya, polisi menyita sejumlah barang tambahan dari rumah AM di kawasan Pejaten. Setidaknya, polisi menemukan empat hewan langka yang sudah dibekukan.

Bukan hanya itu, polisi juga mengungkap kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh AM. Mobil Lamborghini dengan nomor polisi B 27 AYR berwarna oranye diketahui memiliki dokumen lengkap seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan BPKP, tetapi bukan atas nama AM selaku pemilik Lamborghini.

Setelah memproses perkara utama terkait penodongan senjata, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menelusuri kepemilikan Lamborghini yang digunakan pelaku saat melakukan penodongan.

"Kita melakukan penelusuran atas nama pemilik mobil siapa karena berbeda, setelah dicek dan dipanggil pemiliknya ternyata yang datang tidak sesuai dengan profilnya," ujar Andi.

(mjo/arh)