Ahmad Dhani Bebas Hari Ini, Keluarga Siapkan Sambutan

CNN Indonesia | Senin, 30/12/2019 06:40 WIB
Ahmad Dhani bebas dari Rutan Cipinang, Jakarta Timur hari ini. Musikus Dewa 19 itu akan disambut oleh keluarga, termasuk istrinya Mulan Jameela. Ahmad Dhani Prasetyo terpidana ujaran kebencian akan bebas hari ini, Senin (30/12). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musikus Ahmad Dhani Prasetyo bakal bebas dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta, hari ini, Senin (30/12). Dhani telah mendekam selama setahun usai divonis bersalah terkait kasus ujaran kebencian.

Pengacara Dhani, Hendarsam Marantoko mengatakan kliennya itu akan langsung disambut istri, Mulan Jameela dan ketiga anaknya begitu keluar dari penjara. Sejumlah kerabat dan relawan juga disebut akan menyambut Dhani di Rutan Cipinang.

"Nanti istri dan anak-anaknya semua akan langsung menyambut di rutan. Jadwalnya jam sembilan pagi, tapi kita akan bersiap sejak pagi," ujar Hendarsam saat dihubungi, Minggu (29/12).


Usai keluar dari penjara, Dhani akan menuju kediamannya di Pondok Indah beserta istri dan anak-anaknya. Para relawan, kata Hendarsam, juga akan melakukan konvoi dari rutan hingga Pondok Indah.
Ahmad Dhani Bebas Hari Ini, Keluarga Siapkan SambutanIstri Ahmad Dhani, Mulan Jameela. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)


"Nanti begitu sampai rumah ya syukuran, kumpul keluarga jelang tahun baru," katanya.

Sesuai pernyataan juru bicara Dhani, Lieus Sungkharisma, pentolan Dewa 19 itu telah berpesan dua hal kepada masyarakat yang ingin menjemput dan mengantarnya. Pertama, yakni tak menyinggung soal Presiden Joko Widodo dan kedua, tak mendorong Dhani memjadi wagub DKI.

"Pesannya itu aja buat yang mau jemput Dhani," ucap Hendarsam.

Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 28 Januari 2019 terkait ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST.
[Gambas:Video CNN]
Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni dua tahun penjara. Dhani mengajukan banding dan berhasil mengurangi hukumannya menjadi 1 tahun penjara. Kemudian Dhani mengajukan kasasi, namun MA menolaknya.

Dalam putusannya MA memperkuat putusan di tingkat banding dengan tetap menghukum satu tahun penjara bagi Dhani.

Dhani dianggap bersalah karena telah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial dengan menyinggung soal penistaan agama.

Melalui akun Twitter-nya, Dhani menyatakan, 'Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.' (psp/ain)