Tangkap Harimau Sumatera, Petugas Buat Jebakan dan Sebar Rusa

CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 10:23 WIB
Tangkap Harimau Sumatera, Petugas Buat Jebakan dan Sebar Rusa Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memasang jebakan untuk menangkap harimau sumatera yang mulai keluar dari habitatnya di hutan lindung KPH Dempo dan Kikim Pasemah. Jebakan dipasang untuk mencegah serangan harimau susulan yang masih meresahkan warga Kabupaten Lahat, Muara Enim, serta Kota Pagaralam.

Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, pihaknya sudah memasang jebakan kandang dan kamera perangkap di beberapa tempat yang menjadi lokasi harimau meninggalkan jejak serta menyerang warga. Genman mengatkan pihaknya akan menangkap harimau sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dengan tidak melukai satwa tersebut.

"Dengan tujuan untuk penyelamatan dan dikembalikan ke habitat alaminya tentu dibenarkan oleh aturan. Harimau tidak boleh dilukai dalam prosesnya karena dilindungi oleh undang-undang kita," ujar Genman, Senin (30/12).


Genman mengungkapkan, penyerangan terakhir yang menewaskan Sulistiowati (30) di Kampung 5 Talang Tinggi, Desa Padang Bindu, Muara Enim pada Jumat (27/12) lalu terjadi di luar wilayah hutan lindung. Diketahui, korban ditemukan tewas diserang harimau saat sedang mandi di sungai. Jarak antara lokasi penyerangan dengan batas terluar hutan lindung di kawasan tersebut berjarak sekitar delapan kilometer.

"Hanya saja lokasi yang dilalui harimau berdasarkan jejak yang diamati adalah menelusuri sungai. Umumnya memang perilaku harimau akan mendekat ke sumber air ketika menjelang sore dan malam hari," ujar Genman.

Genman mengatakan, laporan keberadaan harimau di wilayah lokasi penyerangan tersebut baru kali ini terjadi. Pihaknya menduga kawasan tersebut memang wilayah jelajah harimau meskipun bukan hutan lindung.

"Itu bukan teritori harimau, tetapi bisa saja hanya wilayah jelajah saja. Bisa saja ada wilayah jelajah harimau di luar kawasan hutan lindung karena kita tidak bisa prediksi waktunya. Karena wilayah jelajah harimau sangat luas bisa mencapai puluhan kilometer per hari," kata dia.

Saat ini, pihaknya telah memasang jebakan kandang dengan umpan kambing di wilayah Muara Dua, Muara Enim serta delapan kamera trap. Pihaknya bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yang konsen terkait isu harimau yakni Zoological Society of London (ZSL), Wildlife Conservation Society (WCS), dan Forum Harimau Kita (FHK).
"Beberapa lokasinya yakni di Pulau Panas, Lahat yang menjadi lokasi pertama yang menewaskan korban. Ada 55 kamera trao lain yang akan dipasang, tim teknis gabungan dan ahli akan rapat hari ini membahas lokasi pemasangan jebakan lainnya," ujar Genman.
[Gambas:Video CNN]

Sebar Rusa

Sementara itu, bantuan dari pusat datang melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Pemerintah menyebut berencana melakukan langkah menambah pasokan pangan harimau dengan melepaskan rusa ke hutan.

"Tim sudah diturunkan," kata Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno kemarin dikutip dari Antara.

KLHK juga mengimbau agar tidak terjadi perburuan besar-besar terhadap pangan harimau seperti rusa, kancil dan babi hutan karena akan membuat ketidakseimbangan rantai makanan.

Untuk sementara waktu, Wiratni meminta masyarakat di sekitar kawasan untuk berhati-hati dan melaporkan kepada pihak terkait seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Selain itu dia juga ingin masyarakat memantau peta wilayah jelajah harimau dan menghindari membuka ladang di daerah dekat wilayah itu.


(idz/ain)