Korban Banjir Bekasi Terjebak Luapan Sungai Cikeas

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jan 2020 16:37 WIB
Warga Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, menduga banjir di daerahnya akibat luapan Sungai Cileungsi dan Cikeas. Akibat limpahan air itu daerahnya porak poranda. Kerusakan akibat banjir di kawasan Pondok Gede Permai, Bekasi, Kamis (2/1). (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu warga korban banjir di perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, Yanti (44 tahun) menduga banjir yang merendam daerahnya adalah air kiriman dari sungai Cileungsi dan Cikeas.

Dugaan itu berdasarkan pengalamannya. Yanti menyebut jika bukan karena kiriman, hujan biasanya tak sampai merendam Perumahan Pondok Gede Permai.
"Kalau hujan dua hari dua malam enggak masalah. Ampunnya sama air pengiriman," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/1).

"Pokoknya daerah Cileungsi sana. Luapan air Cikeas, Cileungsi. Cileungsi juga ngirim. Cikeas juga ngirim. Jadi diadu," lanjutnya.

Dedi menceritakan banjir menerjang rumah warga antara pukul 10.00-12.00 Rabu (1/1) siang kemarin. Air datang seketika dalam debit yang besar.

"Air jam 8.00 pagi kemarin. Yang paling deras antara jam 10 sampai 12. Ini kurang lebih jam 11an pada hanyut," katanya.

Menurut Dedi, banjir kali ini adalah yang terbesar sejak 2016. Perbedaan ketinggian mencapai satu meter dibanding sebelumnya.

"Terakhir 2016. Kalau ketinggian 2016 kurang lebih di sini 1,2 meter. Sekarang di sini 2,5 meter," katanya.

Hingga Kamis (2/1) sore, banjir yang merendam rumah warga mulai surut.

Banjir yang kemarin mencapai ketinggian lebih dari 2 meter, kini tak sampai mata kaki. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, banjir telah merusak sebagian rumah, fasilitas, dan kendaraan.

Mobil-mobil yang terseret arus banjir, bergeletakan di ruas jalan. Beberapa di antaranya bertumpukan. Sejumlah warga terlihat mulai membersihkan kotoran sisa air dan lumpur kiriman banjir. (thr/wis)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER