Daerah Normalisasi Ciliwung Era Ahok Tetap Diterjang Banjir

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 17:52 WIB
Daerah Normalisasi Ciliwung Era Ahok Tetap Diterjang Banjir Warga Bukit Duri, Jakarta, membersihkan sisa lumpur akibat banjir, Kamis (2/2). (CNN Indonesia/Nurika Manan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian jalanan di sekitaran kawasan inspeksi Bukit Duri, Jakarta Selatan dipenuhi lumpur imbas banjir yang menerjang daerah itu. Jalan selebar lima meter ini berada di pinggir Sungai Ciliwung yang dibatasi dengan beton hasil dari program normalisasi Sungai Ciliwung.

Proyek betonisasi di Inspeksi Bukit Duri dimulai era Gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan rampung pada era Gubernur Ahok-Djarot Saiful Hidayat.

Pantauan CNNIndonesia.com, sejak siang sejumlah warga masih membersihkan sisa lumpur. Sebagian perlu menggunakan dua tangan dan bantuan alat penyerok lantaran kesusahan menyapu tanah kecokelatan bercampur air tersebut. Perkakas rumah tangga pun tak luput dari baluran lumpur.


Menurut Ketua RT 7 RW 12 Kelurahan Bukit Duri, Husein, air yang meluap dari sungai di depan rumahnya itu datang cepat dan mendadak.

"Cepet banget air, mendadak. Luapan dari sana, tingginya sekitar 2 meter pas habis Maghrib kemarin," tutur pria usia 63 itu kepada CNNIndonesia.com.

Husein sedang membereskan tumpukan barang yang teronggok di sudut rumah. Sejak Rabu (1/1), ia dan warga sudah mulai siaga karena air sungai mulai ada indikasi luber. Tapi luapan tersebut datang kelewat cepat.

Di wilayahnya terdapat sekitar 400-an warga termasuk lansia dan balita. Meski ada titik pengungsian, namun warganya hingga kini belum ada yang mau mengungsi.

"Paling semua pada bersih-bersih saja sekarang. Sama saya mengimbau agar tetap siaga," lanjut Husein.

Dia mengungkapkan kebutuhan yang paling krusial bagi warga adalah ketersediaan air bersih. Pasalnya pompa yang dimiliki tiap rumah tak lagi bisa diandalkan karena aliran listrik di daerah ini dipadamkan.

"Keperluannya palingan kebutuhan air bersih. Kalau masih sekarang bisa usaha, dari pompa masih bisa diusahakan, tapi kan ini listrik juga mati," ungkap dia lagi.

Husein mengaku heran dengan banjir tahun ini. Sebab pada  tahun lalu air di aliran Sungai Ciliwung depan rumahnya pun mengalir deras, tapi tak sampai meluber. "Yang tahun lalu juga sampai bibir [tanggul] itu dan tidak ada masalah. Yang tahun ini tuh, mungkin karena cuaca juga, alam ya, hujan terus-terusan jadi meluap."

Sejumlah daerah lain di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan masih terendam banjir. Warga memang menyebut kondisi air siang ini berangsur surut, namun pantauan CNNIndonesia.com di RT 001 RW 012 tinggi genangan masih mencapai satu meter.

Sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah petugas dari BNPB tampak telah menaikkan perahu karet ke truk pengangkut.

"Ini semalam sampai 3 meter. Mobil itu enggak kelihatan, kepala halte juga baru kelihatan sekarang," tutur Arto salah satu warga Bukit Duri.

Menurut dia, sebagian wilayahnya ini sudah termasuk daerah yang mengalami normalisasi sungai. Ia menduga air itu meluap lantaran got-got di kawasan tersebut mampet.

Ia menuturkan kendati separuh rumah direndam banjir, tapi ada beberapa warga yang lebih memilih menetap. "Ada yang enggak mengungsi, mereka kan punya loteng," kata dia lagi.

Kendati ada yang terendam banjir, namun ada juga kawasan Bukit Duri yang tak terdampak lantaran berada di dataran lebih tinggi. Seperti di daerah RT 006 RW 12. (ika/wis)