Proyek betonisasi di Inspeksi Bukit Duri dimulai era Gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan rampung pada era Gubernur Ahok-Djarot Saiful Hidayat.
Pantauan CNNIndonesia.com, sejak siang sejumlah warga masih membersihkan sisa lumpur. Sebagian perlu menggunakan dua tangan dan bantuan alat penyerok lantaran kesusahan menyapu tanah kecokelatan bercampur air tersebut. Perkakas rumah tangga pun tak luput dari baluran lumpur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di wilayahnya terdapat sekitar 400-an warga termasuk lansia dan balita. Meski ada titik pengungsian, namun warganya hingga kini belum ada yang mau mengungsi.
"Paling semua pada bersih-bersih saja sekarang. Sama saya mengimbau agar tetap siaga," lanjut Husein.
Lihat juga:Pengungsi Banjir Jakarta Capai 62 Ribu Warga |
"Keperluannya palingan kebutuhan air bersih. Kalau masih sekarang bisa usaha, dari pompa masih bisa diusahakan, tapi kan ini listrik juga mati," ungkap dia lagi.
Husein mengaku heran dengan banjir tahun ini. Sebab pada tahun lalu air di aliran Sungai Ciliwung depan rumahnya pun mengalir deras, tapi tak sampai meluber. "Yang tahun lalu juga sampai bibir [tanggul] itu dan tidak ada masalah. Yang tahun ini tuh, mungkin karena cuaca juga, alam ya, hujan terus-terusan jadi meluap."
Sejumlah daerah lain di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan masih terendam banjir. Warga memang menyebut kondisi air siang ini berangsur surut, namun pantauan CNNIndonesia.com di RT 001 RW 012 tinggi genangan masih mencapai satu meter.
Sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah petugas dari BNPB tampak telah menaikkan perahu karet ke truk pengangkut.
Menurut dia, sebagian wilayahnya ini sudah termasuk daerah yang mengalami normalisasi sungai. Ia menduga air itu meluap lantaran got-got di kawasan tersebut mampet.
Ia menuturkan kendati separuh rumah direndam banjir, tapi ada beberapa warga yang lebih memilih menetap. "Ada yang enggak mengungsi, mereka kan punya loteng," kata dia lagi.
Kendati ada yang terendam banjir, namun ada juga kawasan Bukit Duri yang tak terdampak lantaran berada di dataran lebih tinggi. Seperti di daerah RT 006 RW 12. (ika/wis)