Banjir di Jawa Barat, 7 Tewas dan 4 Hilang

CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 17:01 WIB
Kabid Humas Polda Jawa Barat menyebutkan tujuh orang tewas, empat hilang, dan 15 korban luka-luka akibat banjir dan longsor di dua hari awal 2020. Banjir di kawasan Jati Melati, Bekasi, Jawa Barat, 1 Januari 2020. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Bandung, CNN Indonesia -- Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga menyebutkan banjir dan longsor di provinsi itu pada dua hari awal 2020 telah menelan korban jiwa sedikitnya tujuh orang, 4 korban hilang, dan 15 orang luka-luka.

"Secara umum kejadian bencana alam hingga pukul 05.00 WIB diketahui untuk bencana banjir terdiri dari 40 titik bencana banjir, 40 titik longsor, satu titik jalan amblas, dua titik pergerakan tanah, dan dua titik pohon tumbang," kata Saptono, Kamis (2/1).

Selain itu, dampak bencana alam banjir dan longsor di Jabar mengakibatkan 4.000 unit rumah terendam dan sekitar 300 unit rumah rusak, dengan korban 7 orang di antaranya meninggal dunia.


Berdasarkan laporan yang diterimanya, Saptono menjelaskan, titik-titik banjir terdapat di Kabupaten Indramayu, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, serta Kota dan Kabupaten Bogor.

Saptono mengatakan jumlah korban jiwa akibat banjir paling menonjol berada di Kabupaten Bogor.

Salah satunya di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Saptono menyatakan di sana sedikitnya empat orang tewas akibat terbawa arus saat terjadi banjir. Sedangkan tiga orang belum ditemukan, dan 12 orang luka-luka serta beberapa rumah terendam air dan rusak.

Lalu di Kampung Parung Sapi, Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, sekitar 50 warga terisolasi di dalam rumah dan belum bisa dievakuasi karena banjir. Warga yang terisolir masih bertahan di atas rumahnya, dan satu orang hilang diduga hanyut terbawa arus.

Sedangkan bencana longsor di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Sebanyak dua korban tewas akibat longsor juga terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Adapun kejadian jalan amblas berada di Kampung Cilaya, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

"Jalan amblas sepanjang kurang lebih 40 meter dan ketinggian sekitar 50 cm serta kondisi saat ini tidak dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat namun bisa dilalui pejalan kaki," kata Saptono.

Banjir Tahun Baru di Jabar, 7 Tewas dan 4 HilangKondisi pascabanjir di Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, 2 Januari 2020. (CNN Indonesia/Ike Agestu)

Untuk bencana pergerakan tanah yaitu di Dusun Sadarayna, Kampung Sindangsari serta TPT jalan kabupaten di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

Sedangkan pohon tumbang berada di Dusun Mariuk, Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Di mana tiga unit rumah rusak. Serta di Jalan Raya Garut-Tasikmalaya, Kecamatan Kersamanah yang mengakibatkan arus lalulintas terganggu.

Evakuasi Korban Banjir Gunung Putri


Secara terpisah Polres Bogor melakukan evakuasi dan penyelamatan korban terdampak bencana banjir di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri.

Proses evakuasi di lokasi tersebut pun ditinjau Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi didampingi Kapolres Bogor AKBP M Joni.

"Upaya yang telah kami lakukan hingga saat ini dengan melibatkan 2 SSK personel dari gabungan polres, plsek, satu SST (31 personel) BKO Brimob Polda Jabar dan penguatan personel dari unsur TNI dan BPBD, melalui pembentukan tim terpadu penanggulangan dan evakuasi korban bencana banjir", kata Joni, Kamis (2/1).

[Gambas:Video CNN]
Hingga pukul 13.00 WIB siang tadi, banjir yang menggenangi Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan Villa Nusa Indah 2 berangsur surut.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan perangkat bantuan untuk korban banjir tak hanya berasal dari pihaknya karena bencana serupa terjadi di Bekasi, DKI Jakarta, dan Depok.

"Sehingga alat dari BPBD yang digunakan untuk evakuasi pun turut diperbantukan di sana," katanya.

Banjir di Jakarta dan sekitarnya terjadi akibat luapan air setelah hujan tanpa henti terjadi sejak Selasa petang pada 31 Desember 2019. Luapan air kemudian melanda sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya pada awal 2020 ini.

(hyg/kid)