Kepala Seksi Pengerahan Sumber Daya Darurat BNPB, Asep Supriatna mengatakan data dihimpun lewat koordinasi BNPB dengan tiga RW yang berada di komplek perumahan tersebut, yakni RW 8, 9, dan 10.
Sementara untuk korban hilang dan meninggal, Asep mengatakan banjir di perumahan Pondok Gede Permai tak sampai menimbulkan korban jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep menghimbau, bagi warga yang tengah membersihkan rumah agar tetap waspada. Sebab, masih banyak puing-puing sisa banjir, selain karena listrik masih padam. Ia juga meminta agar warga menghindari bermain api, yang dikhawatirkan akan memicu kebakaran.
"Hindari pemakaian api. Seperti lilin. Itu jangan sampai terjadi kebakaran. Jangan jadi bencana kedua setelah banjir ini," imbaunya.
"Kalau dilihat kita nggak bsa prediksi karena ini luas juga. Tpi tetap kita laksanakan. Masyarakat juga sudah," ujar Asep.
Hingga Jumat (3/1) siang, berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga terlihat sibuk membersihkan rumah mereka dari puing-puing dan lumpur sisa banjir.
Namun, mereka mengeluh sebab stok air yang minim lantaran liatrik masih padam. Akhirnya, sejumlah warga mengandalkan air dari toilet SPBU yang jaraknya cukup jauh dari lokasi dengan berjalan kaki.
Sebelumnya, BNPB menyebut Kota Bekasi menjadi lokasi paling parah akibat banjir. Hingga Kamis (2/1), BNPB mencatat total 366.274 jiwa yang terdampak banjir dan 3 di antaranya meninggal dunia.
[Gambas:Video CNN] (thr/age)