Mertua Sekda Lamongan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dirampok

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jan 2020 17:52 WIB
Polda Jatim menemukan dugaan kasus pembunuhan dalam tewasnya mertua Sekda Lamongan Yuhronur Efendi. Sejumlah perhiasan korban raib. Ilustrasi perampokan. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Surabaya, CNN Indonesia -- Seorang perempuan lansia ditemukan tewas dengan luka berlumuran darah di sebuah rumah yang terletak di Dusun Semperat, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (3/1).

Berdasarkan laporan kepolisian, perempuan tersebut adalah Rowaini (68). Ia merupakan mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Yuhronur Efendi.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan penemuan jasad perempuan yang bersimbah darah tersebut. Ia menyebut sementara ini polisi menemukan dugaan pembunuhan.

"Patut diduga adanya pembunuhan dari olah TKP awal," kata dia saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (4/1).


Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan jasad Rowaini pertama kali ditemukan oleh penjaga rumah korban, Salekan, pada Jumat 18.00 WIB petang. Saat itu Salekan bermaksud menyalakan lampu penerangan rumah korban.

Salekan kemudian masuk untuk menjumpai seorang laki-laki yang diduga kos di rumah korban. Namun ia tidak mengetahui identitasnya karena pria tersebut merupakan penghuni baru.

"Saksi (Salekan) bertanya ibu di mana, dan dijawab seseorang tadi sedang tidur di ruang musala rumah, selanjutnya saksi menyalakan lampu dan melihat korban seperti tertidur di ruang musala tersebut selanjutnya saksi pulang ke rumah," kata AKP Wahyu.

Kemudiam, pada pukul 20.00 WIB Salekan kembali ke rumah korban, karena merasa ada yang aneh. Ia bersama seorang saksi lain M. Yasin (62), mengecek keadaan Rowaini.

"Saksi dipegang-pegang tidak bangun selanjutnya Salekan dan Yasin menghubungi Kepala Desa Sumberwudi Syukuri, kemudian ketiga saksi lagi melihat kembali korban mengetahui korban tergeletak membujur ke selatan dan melihat darah di lantai mushola," katanya.


Mertua Sekda Lamongan Tewas Bersimbah Darah, Diduga DirampokKepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. (CNN Indonesia/Hugo Simbolon)
Setelah diamati oleh ketiga saksi, terdapat luka bacok dari leher memanjang sampai ke dada dan luka bacok pada tangan kiri. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanggeneng.

Hingga saat ini, kata dia, kepolisian masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk mendalami dugaan pembunuhan tersebut.

Perhiasan Raib

Sementara itu, saat dikonfirmasi Sekda Lamongan Yuhronur Efendi membenarkan bahwa mertuanya, Rowaini, telah ditemukan tewas. Ia mengaku kaget dan berduka.

Ia menilai apa yang dialami mertuanya tersebut adalah kejadian keji di luar nalar. Ia pun meminta agar kepolisian bisa segera menemukan pelaku pembunuhan dan menghukumnya dengan adil.

"Ini kan sesuatu yang di luar nalar kemanusiaan kita, ya tentu saya berharap ini segera ditemukan pelakunya, dan dihukum seadil-adilnya, perbuatan yang dilakukan," kata dia.


Yuhronur mencurigai ada dugaan perampokan, dibalik kasus pembunuhan ibu mertuanya, Rowaini (68), warga Dusun Semperat, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Hal itu, kata dia, ditandai dengan raibnya sejumlah perhiasan milik Rowaini, yakni berupa kalung dan anting. Ia mengetahui usai jenazah mertuanya tersebut dimandikan sang istri.

"Kata istri saya, biasanya ibu (Rowaini) pakai kalung, tidak ada, anting juga tidak ada," kata Yuhronur, saat dikonfirmasi, Sabtu (4/1).

Namun, kata dia, juga masih ada perhiasan yang tetap terpakai, yakni gelang di satu sisi tangannya. Namun di tangan itu pula terdapat luka goresan. Ia berasumsi gelang itu tak sempat direbut oleh pelaku.

"Kalau gelanganya masih ada, dan goresan itu mungkin dia (pelaku) memaksa ditarik diambil, mungkin dengan alat sampai dengan goresan itu," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER