Ia mengatakan popularitas meningkat setelah sebulan terakhir gencar blusukan di kampung-kampung. Bakal calon Walikota Solo dari PDIP itu menyebutkan hasil survei internalnya jauh berbeda dibanding survei yang dilakukan lembaga Median 16 Desember lalu. Namun Gibran enggan menyebutkan angka pasti. Ia hanya mengatakan kenaikan popularitasnya mencapai tiga digit.
"Ya adalah. Yang namanya survei internal ya untuk kebutuhan internal. Tidak untuk dipublikasikan," katanya saat ditanya mengenai hasil survei usai acara Rembug Relawan Kagege (Kancane Gibran Gess) Guyub Rukun Rapatkan Barisan Untuk Mas Gibran di Hotel Harris, Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desember lalu, Lembaga Survei Median merilis hasil surveinya di Solo. Dari survei yang dilakukan 3-9 Desember itu, rival Gibran, Achmad Purnomo unggul dari segi popularitas dengan 94,5 persen dibanding Gibran yang hanya mendapat 82,3 persen. Gibran juga masih kalah dari Purnomo. Achmad Purnomo yang masih mengantongi
dukungan dari DPC PDIP Solo meraih 45 persen elektabilitas. Sementara putra Jokowi hanya mendapat 24,5 persen. Gibran meragukan hasil survei tersebut.
"(Hasil survei internal) jauh dari survei median kemarin. Mohon maaf lho. Tapi ya silakan saja. Orang bikin survei kan boleh-boleh saja," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Gibran sendiri pada Kamis (2/1) malam mengaku siap mendukung siapapun yang diusung PDIP jika dirinya gagal maju jadi calon Wali Kota Solo dalam Pilkada mendatang.
"Kan sudah pegang KTA (Kartu Tanda Anggota). Harus komitmen ke partai," kata Gibran.